Dijembatan cinta ini rumornya setiap pasangan harus menuliskan nama mereka masing-masing dan memasukkannya ke dalam gembok, lalu setelah itu kunci gembok tersebut dan kaitkan pada sisi jembatan. Kemudian setelah itu bersama-sama lemparkan kunci gembok tersebut ke dalam sungai, maka rumornya hubungan kalian akan bertahan lama dan cinta
Home Jadoel Rabu, 10 Maret 2021 - 0701 WIBloading... Jembatan Ancol. Foto Istimewa/Google A A A JAKARTA - Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di Jalan Lodan Timur, Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara , merupakan tempat rekreasi yang sayang untuk dilewatkan. Walaupun saat pandemi seperti sekarang ini, Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta tetap memberi izin Ancol untuk buka di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Mikro di DKI Jakarta . Meski demikian, kapasitas pengunjung dibatasi hingga 50 merupakan taman rekreasi yang patut untuk dikunjungi. Bagaimana tidak, wisata terpadu yang terbesar di Asia Tenggara ini dibuka sejak tahun 1966 mempunyai puluhan wahana fantasi antara lain Dunia Fantasi, delapan kolam di Atlantis Water Adventure, delapan pertunjukan di Ocean Dreams Samudera, Pantai dan Taman. Baca Juga Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan Ancol juga dikenal mempunyai sejarah yang tak kalah menarik untuk diperbincangkan. Bagi anak-anak kelahiran tahun 1980-1990-an tidak asing dengan film misteri “Si Manis Jembatan Ancol”. Namun, dalam cerita misteri yang menyeramkan itu mempunyai dua versi yang berbeda. Baca Juga diperkosaSedangkan pada versi kedua berbeda dengan versi pertama yang menyebabkan Maryam tewas. Dia memang tewas di Jembatan itu tapi tidak karena diperkosa seperti versi yang pertama. Baca Juga Cerita ini berawal pada abad ke-19, Zaman Hindia Belanda di Batavia yang kini sudah berubah nama menjadi Jakarta. Karena, saat itu bangsa ini masih dijajah Belanda. Ada seorang gadis yang mempunyai paras yang cantik bernama Maryam. Baca Juga Maryam dan keluarganya tinggal di paviliun milik seorang warga yang kaya. Karena mempunyai paras yang cantik, pemilik paviliun suka terhadap Maryam dan bermaksud meminangnya. Namun, Maryam menolak keinginan sang orang kaya itu karena hanya akan dijadikan selirnya. Kemudian Maryam kabur dari paviliun agar tidak menikah dengan orang kaya keluar dari paviliun itu bukannya mendapatkan hal yang lebih baik. Justru, di tengah pelariannya, Maryam yang sampai ke kawasan Ancol yang dimana ada seorang pria kaya yang juga mata keranjang di di Batavia. Baca Juga Oey Tambahsia namanya, dia mempunyai villa di kawasan Bintang Mas Ancol. Oey juga tertarik dengan paras cantik Maryam memerintahkan dua centengnya Pi’un dan Surya untuk menangkap Maryam guna dijadikan wanita saat para centeng ingin menangkap, Maryam memberikan perlawanan dan memberontak sekuat tenaga yang dimilikinya. Namun, sayang tenaga Maryam tidak dapat memberikan perlawanan kepada dua centeng suruhan Oey hingga akhirnya dia tewas dan jenazahnya dicampakkan begitu saja ke area persawahan yang jaraknya 400 meter dari Jembatan sinilah kemudian cerita itu ramai dan bahkan diangkat ke dalam film “Si Manis Jembatan Ancol”. Bahkan, sejumlah makhluk astral pernah ditemukan warga yang diduga sebagai arwah gentayangan Maryam. Baca Juga Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber seperti, Wikipedia dansumber lainnya. mhd kali ancol taman impian jaya ancol jakarta utara film misteri jembatan Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 18 menit yang lalu 2 jam yang lalu 5 jam yang lalu 6 jam yang lalu 6 jam yang lalu 6 jam yang lalu

ASNbacakan teks proklamasi di jembatan Si Manis Ancol sambut HUT RI. 4 Agustus 2022 20:41. Indonesia kembali mendulang 5 emas di para renang APG 2022. 4 Agustus 2022 20:35. Kasus mingguan meningkat 15 kali lipat, pemerintah ingatkan prokes. 4 Agustus 2022 20:18. Film "Romantik Problematik" akan tayang di Bioskop Online bulan ini. 4 Agustus

Orang Indonesia mana sih yang nggak pernah denger cerita mistis tentang Si Manis Jembatan Ancol? Pasalnya bukan hanya di Indonesia, kisah mistis Si Manis Jembatan Ancol juga terkenal sampai Asia Tenggara lho. Seperti yang kita tahu, Si Manis Jembatan Ancol merupakan misteri yang paling menyeramkan berasal dari Jakarta. Tapi sebenarnya Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi yang bisa kamu nikmati di tengah hiruk pikuk Jakarta. Selain itu, tempat ini juga sering jadi pilihan bagi anak muda untuk hang-out bersama teman atau kekasih. Namun, kisah tentang Si Manis Jembatan Ancol yang dipercaya sebagai salah satu makhluk halus penunggu di kawasan ini sangat terkenal hingga ke penjuru Indonesia. Kisah menyeramkan sekaligus tragis ini sudah tersebar sejak dahulu kala hingga kini menjadi legenda. Bahkan hingga kini misteri Jembatan Ancol ini masih sangat menarik untuk diperbincangkan. Meskipun beberapa tahun terakhir sudah tidak pernah ada laporan mengenai penampakan hantu si manis, tapi tetap saja Jembatan Ancol dianggap sebagai salah satu tempat angker di Jakarta. Bahkan aura mistis masih terasa jika kamu datang ke kawasan Jembatan Ancol pada tengah malam. Karena terkenal akan keangkerannya, bahkan legenda mistis satu ini telah diangkat ke layar lebar sebanyak 2 kali. Film pertama beredar pada tahu 1973. Film bergenre horor legenda ini diperankan Lenny Marlina, Farouk Afero, dan Mansjur Sjah. Film garapan Turino Djunaidy ini kemudian dibuat kembali pada tahun 1993 oleh sutradara Atok Suharto dan diperankan Diah Pematasari dan Ozy Syahputra. Kisah legenda ini juga pernah dijadikan serial televisi dengan judul yang sama, saat itu kisahnya ditayangkan RCTI. Dan penggemar film horror boleh berbahagia karena kisa horor Si Manis Jembatan Ancol juga akan segera tayang di bioskop-bioskop kesayangan kalian dan rencananya akan dirilis akhir tahun 2019 ini. Ya, kisah legenda ini kembali dihidupkan oleh MVP Pictures ID yang memilih Anggy Umbara sebagai sutradara untuk film Si Manis Jembatan Ancol versi 2019 ini. Si Manis Jembatan Ancol boleh jadi merupakan legenda horror yang terkenal dan populer hingga beberapa kali diangkat menjadi sebuah film, tapi apakah kalian tahu bagaimana awal mula “Si Manis” bisa menjadi sosok penunggu di Jembatan Ancol? Selain itu apakah kamu mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dibalik cerita horror satu ini? Nah, untuk itu, berikut asal usul hingga berbagai kisah nyata tentang penampakan Si Manis Jembatan Ancol yang pernah dialami oleh warga. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya! photo via Dari film maupun sinetron Si Manis Jembatan Ancol yang telah ditayangkan, kebanyakan menyuguhkan komedi horor yang membuat penonton tertawa. Tapi jika kamu mengetahui asal-usul tentang salah satu cerita legenda masyarakat Betawi ini, dijamin deh kamu akan merinding ketakutan. Dari cerita yang beredar, terdapat dua versi seputar cerita Si Manis Jembatan Ancol ini. Versi Pertama Cerita pertama dari kisa Si Manis Jembatan Ancol ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Maryam Siti Ariah yang tewas disekitar jembatan Ancol. Ia tewas karena diperkosa secara bergilir oleh beberapa orang pria. Saat menyadari bahwa Maryam sudah tak lagi bernyawa, para pemerkosa tersebut berinisiatif membuang jasadnya di Jembatan Ancol. Karena Maryam meninggal dengan cara yang tidak wajar, maka arwahnyapun dipercaya masih bergentayangan di sekitar jembatan tersebut dan sering mengganggu orang sekitar. Versi Kedua Misteri jembatan Ancol versi dua ini berbeda dari cerita pertama, berlatar pada abad ke-19 ketika Belanda masih menududuki wilayah Jakarta, atau dulu dikenal dengan sebuatan Batavia. Saat itu, ada seorang gadis muda yang sangat cantik tinggal di sebuah paviliun milik orang kaya. Gadis tersebut bernama Maryam. Ia tingga di paviliun tersebut bersama ibu dan kakaknya. Karena kecantikannya itu, banyak pria yang tergila-gila kepada Maryam, tak terkecuali dengan pemilik Paviliun tempat Maryam tinggal. Namun Maryam dengan tegas menolak ajakan nikah dari pemilik paviliun tersebut karena tahu ia hanya akan dijadikan selir. Singkatnya, Maryam kabur untuk menghindari paksaan juragan kaya pemilik paviliun tempat tinggalnya tersebut untuk menikah. Pelarian Maryam menuntunnya ke kawasan Ancol. Di sana ia bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang yang populer dan pemilik villa di kawasan Bintang Mas Ancol. Oey yang tertarik akan kecantikan Maryam, lalu memerintahkan centeng-centengnya menangkap Maryam untuk dijadikan wanita simpanan. Ketika akan ditangkap oleh para centeng, Maryam memberikan perlawanan sengit. Sampai akhirnya, di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter yang saat itu populer, menjadi saksi kematian Maryam di tangan dua centeng Oey Tambahasia. Mayat Maryam lalu dibuang di persawahan, sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Berangkat dari kisah tersebut, di sekitar Sunter dan Ancol sering terjadi penampakan gadis manis yang dipercaya sebagai hantu dari Maryam yang gentayangan. Beberapa kisah nyata penampakan “Si Manis” Di Kawasan Ancol Terdapat beberapa kesaksian atau cerita orang-orang tentang Si Manis Jembatan Ancol yang bikin bulu kuduk merinding. Bukan hanya sekali hantu si manis menampakkan diri di hadapan manusia. Sosok hantu ini pernah menampakkan diri dari tahun 1960 hingga tahun 2000an. Berikut adalah sejumlah misteri Jembatan Ancol seputar penampakan hantu si manis! Check it out guys! 1. Si Manis yang menumpang perahu photo via Kesaksian pertama kali dari warga sekitar yang mengaku melihat penampakan Si Manis, muncul dari tahun 1960. Di tahun itu daerah Ancol masih didominasi oleh empang tambak. Menurut kesaksian seorang warga, yang merupakan seorang pendayung perahu. Malam itu dirinya hendak pulang kerumahnya. Namun ditengah perjalanan tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang datang padanya untuk minta diantarkan dengan perahu. Setelah berkeliling di seputar empang, gadis itu turun dan membayar sejumlah uang kepada si pendayung. Namun setelah gadis tersebut pergi, uang yang tadi dibayarkan oleh sigadis berubah menjadi beberapa lembar daun. Pendayung perahu tersebut mempercayai kalau sosok gadis yang menumpang perahunya adalah Si Manis yang bergentayangan. 2. Si Manis yang ingin dilukis photo via Selain penampakan Si Manis yang menumpang perahu, ada lagi kisah nyata penampakan si Manis yang bisa dibilang paling terkenal yang muncul pada tahun 1985. Kali ini datang dari seorang pelukis di daerah Ancol bernama Mbah Broto. Suatu malam di tengah hujan rintik-rintik, Mbah Broto didatangi oleh seorang wanita cantik di kios lukisnya. Wanita tersebut meminta Mbah Broto untuk melukis dirinya. Ketika lukisan tersebut baru setengah jadi, Mbah Broto izin untuk pergi ke toilet. Namun saat kembali, Mbah Broto kaget karena wanita yang sedang ia lukis menghilang. Si Mbah pun bertanya kepada teman-temannya yang juga membuka kios di dekat kiosnya. Mereka menjawab jika wanita misterius tersebut pergi ke suatu arah. Mbah Broto kemudian mengejar wanita tersebut hingga akhirnya bisa melihat punggungnya. Tapi alahngkah terkejutnya Mbah Broto karena tiba-tiba melihat wanita tersebut berjalan melayang seperti hantu. Mbah Broto dan teman-temannya kemudian meyakini jika wanita tersebut adalah si Manis Jembatan Ancol. 3. Penampakan Si Manis di dekat kios rokok photo via Di tahun 1990, hantu Si Manis Jembatan Ancol juga kembali menampakkan diri. Kali ini korbannya adalah Anshori, seorang penjual rokok di kios kecil dekat pintu keluar Ancol tepatnya di samping jembatan goyang yang kini dikenal sebagai jembatan Ancol. Menurut pengakuannya, malam dimana saat dia melihat penampakan si Manis adalah malam Jumat dimana cuaca sedang agak gerimis. Saat itu ia sedang menunggui kios rokoknya. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. 4. Si Manis yang menumpang ojek photo via Jangan heran kalau di film-film horor kita sering menemukan adegan seorang ojek yang diboncengi oleh hantu, sebab kenyataannya memang pernah terjadi. Seperti yang dialami oleh seorang tukang ojek bernama Yoto. Yoto mengaku pernah membonceng penumpang misterius yang dipercaya sebagai hantu si manis. Saat itu, Yoto sedang mangkal pada pukul 5 pagi, kemudian ada seorang wanita cantik yang mendekatinya dan minta diantar ke dekat Jembatan Ancol. Yoto pun langsung mengiyakan dan mempersilakan wanita itu naik ke motornya. Di sepanjang jalan, Yoto berusaha mengajak ngobrol penumpangnya untuk mencairkan suasana. Namun, si penumpang hanya diam saja. Ketika tiba di kawasan Ancol, Yoto mempersilakan wanita itu turun dan betapa kaget ia ketika melihat di boncengannya sudah tidak ada siapa-siapa. Alhasil, Yoto langsung secepat kilat meninggalkan kawasan Ancol karena takut. 5. Pengendara motor yang ketetasan darah Si Manis photo via Ditahun 2016 lalu, cerita kemunculan Si Manis juga ramai di perbincangkan. Salah satu pengendara, Sutiono mengaku pernah hampir jatuh dari motor lantaran tangannya ketetesan darah saat melintas jembatan Item. Jembatan Item sendiri terdapat di sebelah kanan jalan RE Martadinata. Jembatan Item itu menghubungkan Jalan RE Martadinata dan pintu masuk Ancol serta fly over yang mengarah ke Kemayoran dan berada di bawah tol Ancol. Saat itu waktu menunjukkan pukul WIB. Dan saat itu pula dia merasa tengah dikerjai oleh hantu Si Manis. Sutioni mengaku waktu itu ia tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Muara Baru dari Palmerah. Namun saat melewati jembatan item, tiba-tiba tangan kanannya basah. Karena penasaran diapun berhenti dan memperhatikan tangannya. Dan ketika dilihat ia kaget karena basah tersebut berasal dari cairan yang berwarna merah darah. Saat itu dirinya sempat berpikir kejatuhan kotoran burung atau ada orang buang sampai dari atas tol. Tapi warna merah dan bau amis di tangannya membuat dirinya ketakutan. Pasalnya ia juga mendengar banyak cerita bahwa selain di jembatan Goyang, Si Manis juga sering menampakkan diri di jembatan item. Sejak itupula dirinya percaya cerita soal Si Manis Jembatan Ancol. Sampai kini, setiap melintas dia mengaku tak pernah luput untuk membunyikan klakson dan membaca ayat suci Alquran. 6. Kamar khusus untuk sosok Si Manis Jembatan Ancol Dikutip dari Hotel Horison Ancol, yang terletak di kawasan Ancol, juga tak lepas dari cerita mistis seputas Si Manis Maryam. Di hotel ini sering terlihat wanita cantik yang melintas di depan mata tapi saat diperjelas wanita tersebut hilang entah kemana. Konon wanita tersebut tak lain adalah sang tokoh legendaris “Si Manis Jembatan Ancol”. Kemudian muncul kabar bahwa manajemen hotel ini membuat kamar khusus untuk hantu tersebut. 7. Penyebab kecelakaan misterius photo via Isu tentang angkernya jembatan Ancol juga sering dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan jembatan ini yang telah banyak merenggut korban jiwa. Dikutip dari tahun 1950-an adalah salah satu bukti kecelakaan yang paling banyak memakan korban jiwa. Berdasarkan kesaksian para korban yang selamat, kecelakaan itu berawal dari sosok wanita yang muncul di kawasan jembatan Ancol. Hantu wanita ini sering muncul secara tiba-tiba dan menyeberang jalanan, sehingga membuat para pengendara ini tidak fokus. 8. Jembatan Ancol menjadi tempat pembuangan anak jin photo via Dulu kawasan era penjajahan Belanda ini adalah sebuah lahan luas berupa rawa-rawa dan semak belukar nan gelap. Jadi nggak heran jika saat itu tak ada warga setempat yang berani keluar malam. Mitosnya banyak warga yang menganggap kawasan ini sebagai tempat pembuangan anak jin dan makhluk halus lainnya karena sering terdengar suara aneh di kawasan ini. Nah itulah seputar cerita mistis mengenai Si Manis Jembatan Ancol dan keangkeran Jembatan Ancol. Meski kini Kawasan Ancol menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi para warga Jakarta yang ingin melepaskan penat atau menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. Tapi sampai saat ini, Jembatan Ancol masih dianggap angker oleh masyakarat sekitar. Bahkan, ada aturan tidak tertulis yang mengharuskan kita untuk membunyikan klakson saat lewat Jembatan Ancol untuk menghormati arwah si manis yang dipercaya masih berada di sana. Wah, bagaimana menurut kalian guys?

Misalnyadi Indonesia, kita sering mendengar tentang legenda urban Si Manis Jembatan Ancol yang konon sering menampakkan diri sebagai sosok wanita berparas cantik. Nah, berikut adalah kisah hantu yang juga populer di China dan sangat erat kaitannya dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Jakarta Si Manis Jembatan Ancol yang legendaris itu kembali ke layar lebar. Karya Anggie Umbara ini mencoba mengembalikan citra Si Manis Jembatan Ancol ke trek semula, yakni rilisan tahun 1973 yang dibintangi Lenny Marlina. Masalahnya, tak banyak yang ingat Si Manis Jembatan Ancol versi klasik yang menempatkan Mariah bukan Maryam sebagai hantu berkebaya merah. Yang diingat publik, Si Manis Jembatan Ancol versi Diah Permatasari dan Kiki Fatmala. Si Manis Jembatan Ancol Raih 100 Ribu Penonton Di Hari Pertama, Imperfect Tembus Sejuta Si Manis Jembatan Ancol Tak Lagi Seksi dan Bergaun Putih, Ini Alasannya Indah Permatasari Jadi Si Manis Jembatan Ancol, Ogah Meniru Kiki Fatmala dan Diah Permatasari Harus diakui, versi Diah Permatasari dan Kiki Fatmala menghentak layar kaca. Keduanya lekat dengan citra seksi dengan rambut tergerai plus gaun terusan pendek warna putih polos. Sedangkan kisah Si Manis Jembatan Ancol versi 2019 bermula di Jakarta, era 1973. Konspirasi Jahat DimulaiIndah Permatasari sebagai Maryam. Foto Dok. MVP PicturesMaryam Indah ditinggal mati ayahnya. Sang ayah mewariskan sebidang tanah. Maryam dinikahi Roy Arifin, pengusaha yang rela melakukan apa saja untuk memuluskan proyeknya. Di atas tanah warisan itu, Roy membangun rumah. Apes, bisnis Roy terganjal audit. Perputaran uang tersendat. Roy lantas pinjam uang ke Oji Ozy. Gagal mengembalikan uang tepat waktu, Roy dan Maryam diteror Oji. Dimulai dengan Kleo, kucing kesayangan Maryam, dipenggal. Belakangan, Oji mengincar Maryam untuk dijadikan aset. Suatu hari, Maryam mengenal pelukis bernama Yudha Randy. Perkenalan mereka bermula saat Yudha yang buntu ide membuntuti Maryam. Ia hendak melukis Maryam lalu menggelar pameran. Maryam bersedia. Syaratnya, Yudha membuatkan pula lukisan Maryam bersama Kleo dan ayah. Diam-diam Yudha jatuh cinta. Maryam berkukuh menjaga rumah tangganya. Suatu malam, Maryam dan Yudha diculik anak buah Oji. Sebuah konspirasi jahat dimulai. Menuliskan Kembali Kisah MaryamRandy Pangalila sebagai Yudha. Foto Dok. MVP PicturesSelain cara berbusana yang khas, citra Si Manis di benak kita adalah hantu yang telah selesai dengan urusannya sendiri. Dulu, ia penuh dendam dan amarah. Setelah usai menuntut balas, Si Manis menjadi pahlawan bagi mereka yang terbunuh dan semasa hidupnya jadi korban kejahatan. Tak salah jika Si Manis dicitrakan demikian. Anggy Umbara menyodorkan “fakta” lain yang selama ini terlupakan. Berpijak pada cetak biru Si Manis Jembatan Ancol versi Turino Djunaedy di era Generasi Bunga, ia menuliskan kembali kisah Si Manis dari sudut pandangnya. Maryam perempuan santun baik lisan maupun cara berpakaian. Ia istri yang peduli, berhati lembut, tapi tak bahagia. Awalnya Hati Sekuat BajaArifin Putra sebagai Roy. Foto Dok. MVP PicturesDi balik sikap nrima-nya itu, hati Maryam sekuat baja dan sangat memperhatikan posisi perempuan. Ini tergambar jelas dari beberapa dialognya, seperti, “Atau karena saya perempuan? Jadi bisa diabaikan dan diambil hak-haknya secara paksa?” Di kesempatan lain, ia berujar, “Jadi perempuan itu harus kuat karena dunia ini jahat terhadap perempuan.” Lebih jauh, ia merasa perempuan makin disegani setelah jadi hantu. Karakter Maryam dibentuk oleh keadaan yang nyaris tak pernah berpihak padanya. Indah Permatasari menerjemahkan sosok Maryam lewat ekspresi wajahnya yang lembut. Beberapa kali ia tampak menahan diri, seolah ada sesuatu yang ingin dilepaskan, tapi belum saatnya. Alasannya bisa jadi masih sabar, menanti momen yang pas, atau melihat sampai sejauh mana penjahat menindas. Gaya Baru OzyOzy Syahputra sebagai Ozi alias Oji. Foto Dok. MVP PicturesKejutan lain datang dari penampilan Ozy Syahputra. Terbiasa melihatnya menjadi Karina yang kemayu di serial Si Manis Jembatan Ancol, Ozy kini tampil beda. Suaranya berat. Jenggot, kumis, dan bekas luka di wajah memudarkan citra centil yang menempel selama belasan tahun. Problem film ini, menurut kami, ada di penceritaan dan beberapa adegan yang gagal membentuk unsur seram. Khususnya di bagian mimpi di dalam mimpi yang berulang hingga tiga kali. Ini masih ditambah mimpi di dalam mimpi yang dialami tokoh lain. Bukannya bikin syok, malah ditertawakan penonton. Ini kami rasakan saat menonton di salah satu bioskop di luar Jakarta. Kondisi ini sebetulnya bisa dihindari jika lapisan mimpinya tak terlalu banyak. Kiprah Pemeran PendukungSi Manis Jembatan Ancol juga dibintangi TJ, Arief Didu, dan Anyun Cadel. Foto Dok. MVP PicturesHal lain yang terasa mengganggu, efek visual yang kurang rapi. Khususnya permainan selendang di jembatan. Bisa diakali dengan selendang manual atau dibuat visual lain, toh ini bukan adegan puncak. Si Manis Jembatan Ancol di tangan Anggy menjadi kisah yang tampak baru dan beda. Lima puluh menit pertama film ini upaya membangun alasan untuk menopang seluruh keputusan tokoh utama di paruh kedua. Babak pertama yang minim kejutan terselamatkan oleh kiprah tokoh pendukung seperti Ucup Anyun, Sri TJ, dan Bang Kribo Arief. Tak sekadar melumerkan suasana, mereka menjadi penghubung ke sejumlah adegan penting. Nuansa era 1970-an pun tergambar dengan meyakinkan. Si Manis Jembatan Ancol masih kerepotan menjaga tensi ketegangan. Sejumlah adegan terasa konyol dan memudarkan kesan film sebagai horor tulen. Ia akhirnya menjadi horor komedi slasher berbasis cerita rakyat. Jika ini tujuan yang dimaksud, maka Si Manis Jembatan Ancol berhasil. Kangen Si ManisSalah satu adegan film Si Manis Jembatan Ancol. Foto Dok. MVP PicturesSayang, menjelang akhir ada adegan yang menurut kami blunder alias mengkhianati prinsip yang selama ini dipegang oleh sang tokoh utama soal wanita harus kuat karena dunia begitu kejam. Si Manis Jembatan Ancol ditutup dengan nuansa kelam. Kalau yang ini soal selera dan sudut pandang, sih. Pada hari pertama penayangan, film ini menyerap 101 ribu penonton. Antusiasme penonton di hari pertama tak serta merta mencerminkan hasil akhir film saat turun layar. Antusiasme ini harus dijaga pada pekan kedua dan ketiga. Bisa jadi, publik kangen dengan Si Manis yang kali terakhir difilmkan pada 1994. Kala itu Diah Permatasari dan Dicky Wahyudi jadi pemeran utama. Usai menonton, belum tentu generasi 1990-an dan remaja masa kini menerima gaya baru Si Manis. Jika word of mouth bekerja optimal, mungkin saja Si Manis Jembatan Ancol tembus sejuta penonton. Pemain Indah Permatasari, Arifin Putra, Randy Pangalila, Ozy Syahputra, TJ, Arief Didu, Anyun Cadel Produser Raam Punjabi Sutradara Anggy Umbara Penulis Isman HS, Fajar Umbara, Anggy Umbara Produksi MVP Pictures, Umbara Brothers Film Durasi 1 jam, 57 menit * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
byjuraganmumut · Published December 31, 2015 · Updated January 26, 2016 Si Manis Jembatan Ancol Jembatan ancol yang dulunya merupakan jembatan goyang ini berada di jakarta utara. Cerita Misteri Si manis jembatan ancol dipercayai Oleh Warga Sekitar adalah arwah dari Siti Ariah atau yang biasa di sebut dengan Mariyam.

Kisah Jembatan Ancol menjadi salah satu cerita atau legenda urban bagi masyarakat, khususnya daerah Ibu Kota Jakarta. Bukan hanya menjadi buah bibir masyarakat, kisah yang menyertai keberadaan Jembatan Ancol ini bahkan diangkat menjadi film layar lebar. Kisah Jembatan Ancol menceritakan sosok “si manis” yang konon gemar muncul di Jembatan Ancol. Menurut Zaenuddin HM dalam buku Kisah-Kisah Edan’ Seputar Djakarta Tempo Doeloe 1966, dulu konon orang melihat sosok hantu berwujud perempuan cantik mejeng di jembatan ini. Rambutnya yang panjang terurai dengan indahnya. Hantu ini kerap mendekati dan menyapa orang-orang, terutama laki-laki yang sering lewat di kawasan itu. Dia meminta bantuan sesuatu, setelah itu menghilang entah ke mana. Si Manis Jembatan Ancol merupakan cerita legenda yang sudah ada sejak abad ke-19. Tepatnya pada masa penjajahan Belanda di DKI Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Jembatan Ancol sendiri sudah dibangun sejak zaman Belanda. Saat itu keadaan di sekitarnya memang sangat sepi, terlebih pada malam karena tidak ada lampu penerangan. Banyak masyarakat yang mengaku bertemu dengan sosok hantu perempuan ini. Kepopuleran cerita si manis ini membuatnya terkenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Namun kisah Si manis Jembatan Ancol tidak pernah semanis penamaannya. Cerita rakyat ini seperti menutupi kisah kelam di balik peristiwa yang terjadi di sekitar jembatan Ancol pada masa itu. Kisah hilangnya nyawa perempuan yang diceritakan kini berwujud hantu untuk membalas dendam. Menurut Syahbudin dalam bukunya Legenda Si Manis Jembatan Ancol 2012, si manis tersebut bernama Mariam. Ada versi lain yang menyebut nama aslinya ada Siti Ariah. Ia merupakan seorang kembang desa yang meninggal karena menjadi korban perbuatan asusila, lalu jasadnya dibuang di sekitar Jembatan Ancol. Kawasan Ancol sebelum dibangunnya proyek wisata Ancol, juga dikenal sebagai sarang monyet yang hidup di semak. Sering kali monyet ini muncul di jalan raya. Pada zaman dahulu Ancol pernah terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pria hidung belang dan wanita tuna susila. Nama Ancol terpatri sebagai untuk tempat maksiat sudah sejak zaman dahulu. Dalam buku Saudagar Baghdad dari Betawi 2004 oleh Alwi Shahab, kisah yang populer saat itu menceritakan tentang seorang playboy kaya raya dan sejumlah warga kaya lainnya. Mereka sering bersenang-senang di Kawasan Ancol ini. Mereka juga memiliki semacam rumah bordil yang dikenal dengan nama soehian atau tempat berpesiar dengan para harem. Dikisahkan pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1817 ada seorang gadis yatim bernama Siti Ariah yang hidup bersama ibunya, Mak Emper. Keduanya hidup di suatu paviliun milik seorang juragan kaya di Batavia. Pada umur 16 tahun, sang juragan pemilik rumah mulai jatuh cinta dengan Ariah. Tetapi Ariah menolak dijadikan selir lalu melarikan diri. Nahas setelah melarikan diri ini, dirinya malah bertemu dengan playboy pemilik rumah bordil ini. Melihat paras cantik Ariah, ia lantas tergoda dan ingin menjadikannya sebagai "koleksinya". Perempuan ini lalu kembali melarikan diri, tetapi kemudian ditangkap oleh dua preman utusan rumah bordil tersebut. Ariah kemudian menemui ajal di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter, jenazahnya lalu dibuang sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Konon, Ariah menjadi arwah gentayangan karena ingin memberitahukan keberadaannya kepada ibunya. Sementara sang pemilik rumah bordil ini akhirnya meninggal dengan cara digantung oleh Belanda di Taman Fatahillah Jakarta. Kepopuleran kisah Jembatan Ancol yang mengandung mistis ini mencapai puncaknya pada 1980-an. Bahkan saat itu hampir tidak ada sopir kendaraan yang berani lewat. Sampai akhirnya para pengemudi yang hendak melewati jembatan ini harus memberi kode seperti membunyikan klakson atau menyalakan lampu sein. Sejak saat itu kisah si manis Jembatan Ancol menjadi urband legend di masyarakat.

Beritadan foto terbaru sejarah si manis jembatan ancol - Arifin Putra Sebut 'Si Manis Jembatan Ancol' Hadir Karena Banyak yang Kangen Sabtu, 6 Agustus 2022 Cari

Jembatan dan Le Bridge Cafe Ancol Foto Wikimedia CommonsMendengar kata Ancol, kamu pasti langsung mengasosiasikannya dengan pantai, taman hiburan, serta akuarium terbesar Indonesia. Ya, Ancol memang bisa dibilang sebagai gudangnya wisata bagi masyarakat Jakarta. Apalagi dengan banyaknya acara seru dan promo yang kerap dihadirkan Ancol, kawasan ini senantiasa jadi opsi menarik buat kamu yang ingin sekadar getaway tanpa harus pergi jauh dari kota Jakarta. Namun di tengah popularitas Ancol, tahukah kamu ada sebuah kisah urban legend yang menarik di kawasan jembatannya. Kisah urban legend itu dikenal dengan nama "Si Manis Jembatan Ancol". Ya, kamu yang anak 90-an pastinya tidak akan merasa asing dengan hal tersebut, karena Si Manis Jembatan Ancol bahkan pernah diangkat ke layar kaca, dan dibintangi beberapa artis ternama pada masanya, seperti Dewi Persik dan Kiki Fatmala. Dihimpun dari berbagai sumber, kumparan mendapati bahwa urban legend tersebut berasal dari kejadian nyata. kumparan menemukan bahwa ada dua kisah yang berbeda tentang Si Manis Jembatan Ancol. Walaupun tidak diketahui secara pasti mana kisah yang benar dan paling sesuai, namun keduanya punya kesamaan akhir cerita yang tahu lebih lengkapnya? Berikut ulasannya. Pada awal abad 18 ketika Jakarta masih dikenal dengan nama Batavia, seorang perempuan muda berusia 16 tahun bernama Maryam ditemukan terbunuh di kawasan Ancol. Maryam dikenal sebagai gadis muda yang cantik dan molek. Ia bekerja di rumah pedagang tua yang kaya raya yang telah beristri. Kecantikan dan kemolekan Maryam rupanya menarik perhatian majikannya, hingga suatu hari, Maryam dilamar dan diajak untuk menikah sehingga kelak dapat menjadi selir sang majikan. Permintaan sang majikan ditolak oleh Maryam. Wanita ini pun kabur dari rumah, berusaha menjauh dari sang majikan. Sayang, rencana Maryam untuk melarikan diri rupanya tak berhasil. Gadis cantik ini diperkosa secara bergilir dan kemudian dibunuh oleh para preman yang disuruh oleh majikannya. Padahal kala itu, sang majikan hanya menyuruh anak buahnya untuk mengejar dan menangkap Maryam yang lari dari rumah sang majikan karena tak ingin dinikahi. Para preman yang takut ketahuan belangnya itu kemudian memilih untuk melemparkan jasad Maryam ke area persawahan, tak jauh dari tempat ia terbunuh, yakni di kawasan Ancol yang kini menjadi jembatan. Ilustrasi Si Manis Jembatan Ancol. Foto Maulana Saputra/kumparanDihimpun dari berbagai sumber, kisah kedua yang tak kalah tragis dari "Si Manis Jembatan Ancol" didapatkan Budayawan Betawi Ridwan Saidi dari saksi hidup yang pernah ia temui ketika melakukan investigasi pada 1955-1960. Menurut kisah tersebut, pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1817, hiduplah seorang gadis yatim yang hidup bersama ibunya, Mak Emper. Mak Emper dan anaknya, Siti Ariah tinggal di suatu paviliun milik seorang juragan kaya. Ketika Siti Ariah menyentuh usia 16 tahun, sang juragan pemilik rumah rupanya jatuh hati padanya. Ia berniat menikahi Siti Ariah dan menjadikannya sebagai selir. Ariah yang menolak permintaan sang majikan kemudian melarikan diri. Seperti kata pepatah, "Keluar dari Lubang Singa Masuk ke Lubang Buaya," begitulah nasib yang menimpa Siti Ariah. Bukannya mendapat pencerahan, Siti Ariah malah bertemu Oei Tambah Sia, pedagang tembakau keturunan Tionghoa di Batavia yang berasal dari Pekalongan. Ia dikenal sebagai pria playboy pada masanya dan sangat suka main perempuan. Melihat paras Siti Ariah, Oei lantas tergoda dan ingin menjadikannya sebagai 'koleksinya'. Siti Ariah kembali kabur untuk menyelamatkan dirinya. Naas, dua preman suruhan Oei Tambah Sia rupanya lebih cepat dibandingkan gerak gadis muda itu. Siti Ariah menemui ajal di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter di tangan dibuang sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Berbeda dengan kisah sebelumnya, Siti Ariah meninggal karena membela harga dirinya. Ia meninggal tanpa diperkosa oleh para pembunuhnya. Kabarnya, hantu wanita yang biasa ditemui di kawasan inilah yang kemudian populer dikenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Konon, Si Manis Jembatan Ancol menjadi arwah yang gentayangan karena ingin memberitahukan keberadaannya pada sang ibu. Sementara Oey Tambah Sia akhirnya meninggal dengan cara digantung oleh Belanda di Taman Fatahillah, Jakarta Utara. Ia dihukum gantung karena ketahuan memiliki banyak kasus pembunuhan, salah satunya adalah membunuh ipar kandungnya sendiri yang bernama Sutejo. Oei membunuh Sutejo karena cemburu melihat kedekatan Sutejo dengan sang istri, Mas Ajeng look film 'Si Manis Jembatan Ancol'. Foto Instagram/anggy_umbaraKebingungan antara dua kisah ini kemudian membawa kumparan untuk mencari tahu lewat salah seorang pria yang memiliki 'kemampuan lebih'. Pria yang enggan disebutkan namanya itu tak menampik bahwa memang ada sosok wanita yang 'bermukim' di Jembatan Ancol. Hanya saja, menurut pria yang akrab disapa Brii itu, ia tak mengetahui nama sosok astral itu. Hanya saja, memang awal tahun 2018 lalu, ia pernah menyambangi lokasi tersebut untuk berkomunikasi dengan para penunggu Jembatan Ancol untuk kebutuhan tidak tahu dengan pasti kisah sosok wanita tersebut, Brii masih mampu mengingat beberapa hal tentang komunikasi mereka setahun silam. "Memang ada, perempuan juga. Mereka kan juga cari tempat untuk bermukim ya, seperti manusia pada umumnya. Memang kalau bisa dibilang meninggalnya enggak wajar. Lebih ke dibuang kayaknya, tapi pembunuhannya bukan di situ. Sayangnya waktu itu beliau enggak menyebut nama, sih," kata pria tersebut saat dihubungi kumparan, Rabu 30/10.Brii juga menambahkan bahwa sosok tersebut tak terlihat seperti anak remaja atau ABG, melainkan wanita berusia 30-an menjelang 40. Pakaian yang dikenakannya pun tak semerah yang biasa kamu lihat di sinetron "Si Manis Jembatan Ancol". Dalam tiga kali pertemuan, sosok itu mengenakan pakaian dengan warna yang berbeda. "Bajunya pun tiga kali pertemuan itu ganti-ganti, kadang-kadang merah, kadang hitam. Enggak, merahnya lebih gelap dibanding yg ada di sinteron. Bajunya terusan, tapi bentuknya enggak sampai ke bawah, di bawah lutut, mungkin sekitar sampai betis," jelas Brii lagi. Soal alasan mengapa sosok wanita itu masih gentayangan, Brii meyakini bahwa mereka biasanya masih memiliki urusan yang belum terselesaikan."Kalau saya kan percaya kalau ada yg seperti itu berarti ada urusan yang belum selesai. Kalau yang saya tangkap, sih, kayaknya masih belum terima dengan cara meninggalnya," pungkas Brii lagi. Walau diliputi kisah menyedihkan yang berkembang menjadi urban legend, Ancol yang dulu bukanlah yang sekarang. Kawasan seluas 522 hektare yang dulunya dibiarkan terlantar dan jadi sarang penyakit tersebut kini telah berubah menjadi kawasan rekreasi terpadu sesuai dengan gagasan Presiden tergantung kamu, mana kisah yang paling relevan menurutmu?

. 14 259 371 460 64 449 412 290

lukisan si manis jembatan ancol