a Sapu Tangan. Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil, sederhana, dan mudah. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi
Pengertian zat warna Menurut Teori Witt menyatakan bahwa warna merupakan gabungan zat organik yang tak jenuh, chromofor sebagai pembawa warna dan Auxochrom sebagai pengikat warna Rasjid Djufri dkk , Pengantar Kimia Zat Warna, 1978 / 1979 70 . Syarat – syarat terjadinya warna adalah sebagai berikut Zat organic tak jenuh, merupakan zat yang dapat berikatan dengan kompenen zat lain, seperti air yang tidak tercampur oleh zat lain. Gugus chromofor, merupakan gugus yang menyebabkan molekul berwarna. Misalnya gugus azo – N = N -, gugus nitroso – NO, gugus – NO Gugus auxochrom, merupakan gugus yan mengaktifkan kerja chromofor dan memberikan daya ikat terhadap serat yan diwarnainya. Dalam gugus auxochrom ada dua golongan yaitu golongan kation – NH2, – NH Me, – N Me2 seperti – +N Me2 Cl– dan golongan anion – SO3H, – OH, – COOH seperti – O– , – SO3 –. Penggolongan zat warna Penggolongan zat warna menurut sifat pemakainnya, yaitu Zat warna subtantif, merupakan zat warna yan langsung dapat mewarnai serat. Zat warna ajektif merupakan zat warna yang memerlukan zat pembantu pokok untuk mewarnai serat. Penggolongan zat warna berdasarkan susunan kimia atau inti zat warna, yaitu Zat warna Nitro Zat warna Nitroazo Zat warna Poliazo Zat warna Indigoida Zat warna Antakinon Zat warna Tiasol, dan sebagainya. Penggolongan zat warna berdasarkan cara pemakainnya, yaitu Zat warna Direk Zat warna Basa Zat warna Asam Zat warna Mordan Zat warna Belerang Zat warna Bejana Zat warna Reaktif Zat warna Naphtol Zat warna Dispersi Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya warna Cahaya matahari Matahari dikenal sebagai sumber cahaya dan akan menghasilkan cahaya yang tampak dan cahaya yang tak tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang dapat ditangkap oleh mata yang mempunyai panjang gelombang antara 400 – 700 na dengan frekuensi dan suhu yang berbeda. Sedangkan cahaya yang tidak tampak adalah cahaya yang tidak dapat ditangkap oleh mata. Mata Merupakan dalah satu perangsang untuk dapat melihat warna. Pengaruh psikologi warna Misalkan warna biru menimbulkan warna tenang sedang warna merah memberikan kesan menggelisahkan. Cahaya warna yang berasal dari lampu yang berwarna. Warna berupa pigmen, seperti zat warna, cat, tinta. Sifat fisik yang berbeda antara cahaya dengan pigmen berwarna, misalnya mencampur cahaya yang berwarna akan memperoleh hasil yang berbeda dengan mencampurkan pigmen yang berwarna. Besaran warna Ada tiga besaran pokok untuk menyatakan suatu warna, yaitu Corak warna atau hue Misal merah, biru, kuning. Kecerahan atau value, yaitu besaran yang menyatakan itu merah tua mudanya. Misal merah muda, merah tua. Kejenuhan atau chroma, yaitu derajat kemurnian suatu warna. Misal merah anggur, merah hati, merah darah. Teori pencelupan Proses pewarnaan kaos katun dengan zat warna naphtol dan garam base merupakan proses masuknya zat warna kedalam serat kain. Sebelum proses pewarnaan terjadi kaos katun harus dicelupkan pada larutan naphtolat terlebih dahulu, proses ini dinamakan proses pencelupan. Pencelupan pada umumnya terdiri dari melarutkan atau dispersikan zat warna dalam air atau medium lain, kemudian memasukan bahan tekstil kedalam larutan tersebut sehingga terjadi penyerapan zat warna kedalam serat. Penyerapan zat warna kedalam serat merupakan suatu reaksi eksotermik dan reaksi keseimbangan. Beberapa zat pembantu misalnya garam, asam, alkali atau lainnya ditambahkan kedalam larutan celup dan kemudian pencelupan diteruskan hingga diperoleh warna yang dikehendaki. Menurut Vickerstaf ada 3 tahap dalam proses pencelupan yaitu Tahap pertama molekul zat warna dalam larutan yang selalu bergerak, pada suhu tinggi gerakan molekul lebih cepat. Kemudian bahan tekstil dimasukkan kedalam larutan zat warna atau larutan celup. Serat tekstil dalam larutan bersifat negatif pada permukaannya sehingga dalam tahap ini terdapat kemungkinan yakni molekul zat warna tertarik atau tertolak menjauhi serat. Oleh Karena itu perlu penambahan zat – zat pembantu untuk mendorong zat warna lebih mudah mendekati permukaan serat. Peristiwa tahap pertama disebut dengan difusi zat warna dalam larutan. Tahap kedua molekul zat warna yang mempunyai tenaga yang cukup besar dapat mengatasi gaya – gaya tolak dari permukaan serat, sehingga molekul zat warna tersebut dapat terserap menempel pada permukaan serat peristiwa ini disebut dengan adsorpsi Tahap ketiga yang merupakan bagian yang terpenting dalam pencelupan adalah penetrasi atau difusi zat warna kedalam serat kepusat. Tahap ketiga merupakan proses yang paling lambat sehingga dipergunakan sebagai ukuran untuk menentukan kecepatan celup. Hubungan zat warna dengan serat Terjadinya hubungan atau kontak antara bahan tekstil dengan zat warna dapat secara pencelupan, colet dan pencapan. Proses pewarnaan secara pencelupan dianggap sempurna bila sudah tercapainya keadaan keseimbangan yaitu zat warna yang masuk kedalam bahan mencapai titik maksimum, terjadinya kesimbangan pada proses pencelupan tergantung pada beberapa faktor diantara lain Suhu larutan pencelupan, umumnya bila suhu dinaikkan, kecepatan pencelupan naik, keseimbangan lekas dicapai , karena titik adsorbsi keseimbangan turun. Kecuali pada zat warna indigosol, bila suhu turun kecepatan pencelupan naik Gerakan pencelupan, pada pencelupan suhu rendah gerakan pencelupan tidak berpengaruh, pada suhu tinggi berpengaruh, pada kosentrasi tinggi tidak berpengaruh. gerakan pada pencelupan dapat diadakan pada air larutan atau pada bahan yang dicelup atau pada keduanya. Keadaan bahan yang dicelup, makin besar jumlah luas permukaan yang dicelup makin mudah zat warna masuk kedalam bahan. Cara memperbesar permukaan serat kapas misalnya dengan merserisasi. Kosentrasi zat warna, bila kosentrasi zat warna tinggi, supaya zat warna yang masuk besar dipakai perbandingan air celup kecil. Sebaiknya bila kosentrasi zat warna rendah, supaya yang masuk kedalam bahan relatif besar dipakai perbandingan air celup besar. Afinitas zat warna, untuk zat warna yang mempunyai afinitas besar, kecepatan pencelupan tergantung pada kecepatan adsorbsi. Sedang zat warna yang afinitas kecil kecepatan pencelupan tergantung pada kecepatan difusi dari zat warna. Pengaruh pH larutan dan penambahan elektrolit, bila pH larutan naik maka larutan menjadi alkalis, adsorbsi zat warna turun. Penambahan Na2CO3 pada larutan celup bekerja sebagai pengatur kerataan pencelupan, penambahan NaCl dan sebagainya akan menambah potensial kimia dalam larutan celup. Sehingga akan menambah jumlah zat warna yang masuk kedalam tekstil. Gaya – gaya ikat pada pencelupan Agar pencelupan dan hasil celupan baik serta tahan cuci maka gaya – gaya ikat antara zat warna dan serat harus lebih besar dari gaya – gaya yang bekerja antara zat warna dan air. Hal tersebut dapat tercapai apabila molekul zat warna mempunyai susunan atom – atom tertentu, sehingga memberikan daya tembus yang baik terhadap serat dan memberikan ikatan yang kuat. Ikatan molekul pada zat warna naphtol yang masuk kedalam serat kaos katun merupakan ikatan gaya – gaya non polar, karena atom – atom atau molekul – molekul satu dan lainnya saling tarik – menarik. Pada proses pencelupan daya tarik antara zat warna dan serat akan bekerja lebih sempurna bila molekul – molekul zat warna tersebut berbentuk memanjang dan datar, atau molekul zat warna dan serat mempunyai gugusan hidrokarbon yang sesuai sehingga waktu pencelupan zat warna ingin lepas dari air dan bergabung dengan serat. Gaya – gaya tersebut dinamakan gaya van der waals yang merupakan gaya – gaya disperse, london atau ikatan hidrofob Rasjid Djufri dkk , Teknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan Pencapan, 1976 91 – 94 . Pengertian zat warna naphtol base Zat warna naphtol base terdiri dari dua komponen, komponen yang pertama disebut dengan NAPHTOL atau disebut juga dengan Azoic Coupling Component dan yang kedua adalah komponen DIAZO, yaitu berupa BASE atau GARAM – DIAZONIUM yang disebut pula Azoic Diazo Component. Bila kedua komponent tersebut bertemu dalam bentuk larutan maka bergabung menjadi senyawa berwarna yaitu warna naphtol. Komponen naphtol itu supaya dapat bersenyawa dengan komponen Diazo, naphtol harus diubah menjadi larutan naphtolat dengan cara menambahkan kostik soda NaOH dan air panas terlebih dahulu pada naphtol, karena air panas bertujuan untuk melarutkan kostik soda dan naphtol serta ditambahkan Turkish Red Oil TRO untuk menambah daya serap serat pada kain terhadap zat warna lebih cepat atau digunakan sebagai pembasah. Zat warna naphtol bisa disebut juga dengan Fast Base base murni / belum diazotasikan dan Fast salt sudah menjadi Garam di – diazonium. Berikut ini adalah struktur kimia dari Larutan Naphtolat OH ONa C – NH – C6H5 + NaOH C – NH – C6H5 O O Naphtol AS + Larutan kostik panas Naphtolat Gambar. Struktur kimia dari larutan naphtolat Komponen Diazo mempunyai dua macam, yaitu Garam – Diazonium dan Garam Base, Bentuk Garam – Diazonium merupakan bentuk garam yang mudah larut dan bisa langsung dipakai dan Garam base merupakan senyawa Azo yang belum di – diazotasikan. Sebelum bisa dipakai dalam membangkitkan warna naphtol, maka Garam base harus diubah menjadi Garam Diazonium dengan campuran asam dan natrium nitrit dengan perbandinga tertentu. Garam base yang sudah menjadi Garam Diazo bisa larut walaupun dalam keadaaan dingin Sewan Soesanto, Seni Kerajinan Batik Indonesia, 1969 191. Jenis Garam – Diazonium dan Base pada dasarnya sama tetapi untuk membedakan Dalam perdagangan, Pada setiap jenis garam base di bagian belakang di tambahkan huruf c. Penambahan huruf c pada garam base adalah untuk membedakan garam yang belum di – diazotasikan Base dengan garam yang sudah di – diazotasikan Garam – Diazonium . Berikut ini adalah struktur kimia dari proses mendiazotasikan base H2N NO2+2HCL+NaNO2 C1–N=N NO2+NaCl+2H2O Base Garam – diazonium Gambar Struktur kimia dari proses mendiazotasikan base DAFTAR PUSTAKA SK Sewan, 1990, Seni Kerajinan Batik, Balai Besar batik Yogyakarta Hamzuri, 1981, Batik Klasik, Djambatan, Classical Batik, Kusminingsih dkk, 1980, Teknik Pengelantangan, Pencelupan dan Pencapan, STTT, Banyaksekali jenis warna dalam kehidupan ini. Cat hitam bisa dibuat dengan memadukan warna merah, kuning, dan biru dengan rasio yang sama pada palet. Download lagu zat warna napthol (11.14mb) dan streaming kumpulan lagu zat warna napthol hasil diatas adalah hasil pencarian dari anda zat warna napthol mp3 dan menurut kami yang paling cocok

Tabel Warna Indigosol Warna Campuran Keterangan Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 1 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Extra Orange HR NaNO2 Coklat IRRD Brown IRRD NaNO2 Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet ABBF NaNO2 Sumber Tekstil, Buku Piloting PSN c. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa, Rapidosen, dan Rapidosol. Rapide biasa meliputi Kuning GCH, Orange RH, Biru BN, Hitam G, dan Hijau N-16G. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka, dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil TRO 2x Rapide dan Loog 38 Be. d. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat soga tua, Coklat soga sedang, dan Coklat soga muda. Bahan pelarut menggunakan obat hijau chromfarbesalz, dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur 50 gr untuk 1 liter air dingin. 2. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam, tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol, walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. a. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna Celup Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin, disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus Di unduh dari seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna Garam Diazo. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut a Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO Turkish Red Oil. TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol, karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 Β½ atau 13. b Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis, tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. c Sementara menunggu kain atussampai air tidak ada yang menetes, larutkan napthol dan kaustik soda NaoH dalam sedikit air panas. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol 1 Liter air. d Kain yang sudah atussampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. Usahakan agar seluruh kain terendam, kemudian atussampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. e Sementara menunggu kain atussampai air tidak ada yang menetes, larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut, setelah larut tambahkan air dan aduk. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 3. f Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. g Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. h Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Ditiris Ditiris Ditiris Ditiris Dijemur Dicuci air Sumber Pribadi Gambar Tahapan pewarnaan 1 warna Air + TRO Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu Pelorodan Di unduh dari Ditiris 4 Ditiris Ditiris Ditiris 1 2 3 5 6 7 Ditiris Ditiris DitirisDijemur Sumber Pribadi Gambar Tahapan pewarnaan 1 warna secara berulang agar lebih pekat b. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih Celup

Direkpolkatif remasol dan yang lainnya. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Penggunaan pewarna remasol ini tergolong mudah karena kita nyaris tidak perlu memberikan zat campuran untuk menimbulkan warnanya seperti yang ada dalam pewarna jenis napthol.
LSHai Nasya, Kakak bantu jawab ya Jawaban soal ini adalah garam. Penjelasan Zat warna naptol adalah zat warna tekstil yang dapat dipakai untuk mencelup secara cepat dan mempunyai warna yang kuat. Zat warna naptol merupakan senyawa yang tidak larut dalam air terdiri dari dua komponen dasar yaitu golongan naptol AS Anilid Acid dan komponen pembangkit pengunci warna yaitu golongan diazonium atau biasa disebut garam. Jadi, pengunci warna pada naptol adalah garam. Semoga membantu Yah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
ο»ΏPewarnabatik yang cara penggunaannya dengan cara dijemur pada sinar matahari adalah .. a Napthol c. Pastel b. Indigosol Salah satu zat kimia yang digunakan sebagai pengunci warna indigosol adalah -a. Soda abu c. Garam b. Hcl dan nitrit d. Cuka 34. Berikut ini yang merupakan pewarna tekstil sintetis/kimia, kecuali .. a. Napthol c

Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah, akar, daun, atau kulit pohon. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu, Napthol, Indigosol, Rapide, Ergan Soga, Kopel Soga, Chroom Soga, dan Prosion. a. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG, AS-D, AS-G, AS-OL, AS-BO, AS-GR, AS-LB, AS-LB Extra, AS-BS, AS-KN, dan AS-BR. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B, Biru BB, Violet B, Hitam B, Merah B, Merah GG, Merah GC, Merah R, Merah 3GL Spesial, Bordo GP, Orange GC, Orange GR, Biru Hijau B, dan Kuning GC. Agar pelarutannya bagus, sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil TRO dan Loog 38 BE larutan Kaustik Soda / NaoH. b. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B, Blue 04B, Yellow FGK, Yellow 1GK, Green 1B, Green 13G, Orange HR, Violet BF, Violet ABBF, Brown IRRD, Abu-abu 1BL, Rosa 1R, dan RED AB. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit NaNo2 dengan komposisi 2x indigosol, dan TRO. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. c. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa, Rapidosen, dan Rapidosol. Rapide biasa meliputi Kuning GCH, Orange RH, Biru BN, Hitam G, dan Hijau N-16G. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka, dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil TRO 2x Rapide dan Loog 380Be. d. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat soga tua, Coklat soga sedang, dan Coklat soga muda. Bahan pelarut menggunakan obat hijau chromfarbesalz, dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur 50 gr untuk 1 liter air dingin. 2. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam, tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol, walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. a. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna Celup Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin, disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna Garam Diazo. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut a Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO Turkish Red Oil. TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol, karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 Β½ atau 1/3. b Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis, tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. c Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes, larutkan napthol dan kaustik soda NaoH dalam sedikit air panas. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol 1 Liter air. d Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. Usahakan agar seluruh kain terendam, kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. e Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes, larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut, setelah larut tambahkan air dan aduk. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 3. f Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. g Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. h Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Ditiris Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air b. Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih Celup Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. Jika menginginkan warna sebelumnya warna pertama tetap ada, maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. c. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih Colet Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut a Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. Aduk hingga merata, perbandingan Remasol Poliron Ludigol = 1 1/2 1/2 . Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr 50/100 cc air b Tunggu sampai larutan tersebut dingin, apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. c Siapkan kain yang sudah di malam, lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki. d Lalu keringkan, pengeringan jangan di bawah matahari. Apabila sudah kering, rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan11. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. e Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. f Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod membersihkan malam kain, diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut, mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki, apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. Setelah ujung logam panas tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan, malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam pasir di dasar wajan. Kondisi seperti ini disebut Gentho, dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain, serta akan membuat canting sering tersumbat. Untuk itu, segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru.

Karakteristikbahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Zat warna napthol: 3-4 gr/liter

Apa itu pewarna Naphthol? Pewarna Naphthol adalah zat warna azo yang tidak larut yang diproduksi pada serat dengan menerapkan Naphthol ke serat dan kemudian menggabungkannya dengan basa atau garam diazotisasi pada suhu rendah untuk menghasilkan molekul pewarna yang tidak larut dalam serat. Pewarna naftol diklasifikasikan sebagai pewarna cepat, biasanya sedikit lebih murah daripada pewarna Vat; aplikasinya rumit sementara rentang warna terbatas. Kombinasi azoic masih merupakan satu-satunya kelas pewarna yang menawarkan warna oranye, merah, merah, dan bordeaux yang sangat dalam dengan cahaya yang sangat baik dan daya tahan luntur. Pigmen yang dihasilkan memiliki warna cerah, tetapi tidak ada warna hijau atau biru cerah. Tahan luntur gosok bervariasi dengan warna tetapi tahan luntur pencucian sama dengan pewarna Vat, umumnya dengan ketahanan luntur cahaya yang lebih rendah daripada pewarna Vat. Tianjin Leading Import and Export Co., Ltd. offers a series of Naphthol dyes listed as below nama Produk CI No. naftol AS Komponen Kopling Azoik 2 Naftol AS-BS Komponen Kopling Azoik 17 Naftol AS-BO Komponen Kopling Azoik 4 Naftol AS-G Komponen Kopling Azoik 5 Naftol AS-OL Komponen Kopling Azoik 20 Naftol AS-D Komponen Kopling Azoik 18 Naftol AS-PH Komponen Kopling Azoik 14 Cepat Scarlet G Basis Komponen Diazo Azoikum 12 Basis RC Fast Scarlet Komponen Diazo Azoikum 13 Cepat Bordeaux GP Basis Komponen Diazo Azoik 1 Cepat Red B Basis Komponen Diazo Azoik 5 Cepat Red RC Basis Komponen Diazo Azoikum 10 Cepat Garnet GBC Basis Komponen Diazo Azoikum 4 Cepat Kuning GC Basis Komponen Diazo Azoikum 44 Cepat Jeruk GC Basis Komponen Diazo Azoikum 2 Waktu posting Jul-01-2020
. 111 21 364 2 314 318 363 10

pengunci warna pada napthol adalah