Desainorganisasi bahkan turut memiliki peran penting pada banyak aspek yang secara kolektif, berikut beberapa tujuan dalam organisasi: 1. Mendapatkan Manfaat Kompetitif. Berbagai organisasi secara terus menerus menemukan bahwa desain organisasi merupakan sumber manfaat kompetitif jangka panjang. - Terdapat banyak jenis ikatan sosial berdasarkan klasifikasi yang berbeda-beda. Salah satu dari klasifikasi kelompok sosial tersebut adalah berdasarkan ikatan antaranggotanya. Nah, kali ini kita akan belajar macam-macam kelompok sosial berdasarkan ikatan antaranggotanya, Adjarian. Menurut Profesor Sosiologi dari Universitas Indonesia, Serjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan manusia yang hidup saling berdampingan dalam rangka mengharapkan hubungan timbal balik. Kelompok sosial terbentuk karena naluri manusia sebagai makhluk sosial. Yap! Manusia membutuhkan sesamanya untuk bertahan hidup dan berinteraksi. Adanya interaksi yang semakin kuat inilah yang kemudian mendasari terbentuknya kelompok sosial dengan beberapa latar belakang, termasuk berdasarkan ikatan antaranggotanya. Berikut macam-macam kelompok sosial berdasarkan ikatan anggotanya. "Kelompok sosial terbentuk karena adanya interaksi kuat antaranggotanya." Baca Juga Macam-Macam Kelompok Sosial, Materi Sosiologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Macam-Macam Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggota 1. Etnis KomunitasAdat Terpencil adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial ekonomi, maupun politik. Kriteria : a. Berbentuk komunitas relatif kecil, tertutup dan homogen; b. Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan; Sponsors Link Kelompok sosial merupakan sekumpulan dari individu-individu yang mana saling berinteraksi serta memiliki kesadaran yang sama dengan anggota lainnya yang ada di dalam sebuah kelompok. Kelompok sosial ini dapat terbentuk dikarenakan tumbuhnya perasaan yang sama diakibatkan adanya interaksi yang memang sering terjadi satu sama lainnya. Di dalam kehidupan masyarakat, jumlah dari kelompok sosial ini memang tak terhitung jumlahnya. Dasar dari pembentukan dari masing-masing kelompok sosial ini pun masing-masing berbeda. baca juga Pengertian SosiologiSejak dilahirkan, manusia memang memiliki 2 hasrat utama di dalam dirinya yaitu keinginan menjadi satu dengan individu lainnya yang ada di dalam lingkungan sosial serta keingina menjadi satu dengan alam yang ada di sekitarnya. Pembentukan kelompok sosial ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan individu dalam pemenuhan kebutuhannya. Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai kelompok sosial, beserta syarat pembentukan, ciri-ciri dan hal lainnya yang berkaitan dengan kelompok sosial. baca juga Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku MenyimpangSyarat dari terbentuknya kelompok sosial, ada beberapa syarat yang harus dipenuh dalam pembentuk kelompok sosial, dalam formal antara lain adalahSetiap anggota kelompok harus memiliki kesadaran jika dirinya adalah bagian dari sebuah kelompok yang kesamaan faktor yang dimiliki setiap anggota kelompok yang bersangkutan sehingga membuat hubungan satu sama lainnya semakin bertambah erat. Beberapa persamaan ini dapat meliputi persamaan nasib, persamaan tujuan, persamaan kepentingan, persamaan fisik, persamaa ideologi, dan persamaan-persamaan struktur kaidah, serta pola perilaku-perilaku sosial memiliki sistem dan berproses. baca juga Macam-Macam Penyakit SosialAdanya hubungan timbal balik sesama anggota kelompok kelompok sosial, berikut ini beberapa ciri-ciri kelompok sosial yang perlu anda ketahuiAdanya persamaan motif antara satu individu dengan lainnya sehingga nantinya menimbulkan kerjasama serta interaksi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama sehingga lebih mudah untuk kelompok yang bersangkutan memiliki kesadaran tentang dirinya yang menjadi bagian dari sebuah kelompok tersebut. baca juga Dampak Positif dan Negatif Perubahan SosialAdanya hubungan timbal balik yang terjadi antara anggota kelompokMemiliki struktur sosial sehingga keberlangsungan hidup dari kelompok tersebut tergantung dari kesungguhan anggota kelompok yang menjalankan peran aturan dan norma yang mana mengatur tentang hubungan antara anggota satu sama lainnya. baca juga Faktor Pendorong UrbanisasiMerupakan sebuah kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dengan syarat terbentuknya kelompok sosial Pembentukan Kelompok SosialSeperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kelompok sosial mulai terbentuk dikarenakan adanya naluri manusia yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan individu lainnya serta tidak dapat menjalani kehidupan sendiri. Oleh sebab itu, bergabungnya seseorang di dalam sebuah kelompok memang menjadi sebuah hal yang murni muncul dari dalam keinginan orang tersebut. 2 Faktor utama ini menjadi alasan dasar mengapa seseorang memiliki keinginan untuk bergabung ke dalam sebuah kelompok yaitu adanya kedekatan dan kesamaan. Pembentukan sebuah kelompok diawali dengan kontak sosial serta bentuk komunikasi dari interaksi sosial yang terjadi sehingga nantinya akan menghasilkan proses sosial di dalam interaksi sosial. baca juga Kabinet Pada Masa Demokrasi LiberalKontak sosial berasal dari dua kata yaitu con dan tango dalam bahasa Latin yang memiliki arti menyeluruh. Secara harfiah, kontak sosial memiliki arti sama-sama menyentuh. Atau dapat dikatakan jika kontak sosial tidak selalu harus berkaitan dengan sentuhan fisik. Dalam ilmu sosial, kontak sosial merupakan tindakan yang menimbulkan adanya kesadaran agar saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Sedangkan komunikasi merupakan upaya untuk menyampaikan informasi yang berasal dari satu pihak ke pihak lainnya. Umumnya, orang-orang melihat komunikasi dilakukan secara verbal dengan cara yang memang dapat dimengerti oleh satu sama lainnya. Misalnya dengan menggunakan bahasa negara tertentu. baca juga Hambatan Perdagangan InternasionalKontak sosial dan komunikasi menjadi 2 hal yang cukup penting dalam mengawali pembentukan syarat terbentuknya kelompok sosial. Melalui sebuah kontak sosial dan komunikasi maka akan membuat seseorang menemukan dasar-dasar yang digunakan untuk membentuk sebuah cara terbentuknya, terbagi beberapa wilayah dan terbagi dalam sebuah pembagian sebagai berikutSponsors Link1. Kelompok SemuKelompok semu adalah kelompok yang mana terbentuk di lingkungan pergaulan manusia. Pembentukan kelompok ini terbilang sementara sehingga tidak memiliki kemungkinan untuk adanya ikatan erat yang terjadi di antar anggota. Kelompok semu seringkali disebut keramaian atau khalayak umum. Kelompok semu memang tidak memiliki aturan yang mengekang seperti jenis syarat terbentuknya kelompok sosial lainnya. Ciri-ciri dari kelompok semu antara lain adalahTerbentuk dengan cara tidak sengaja dan tidak ada rencana sebelumnyaTidak terorganisir baca juga Contoh Penyimpangan PrimerTidak adanya kesadaran untuk berkelompokkehadirannya tidak konstanInteraksi yang dilakukan anggota kelompok tidak dilakukan secara terus menerus dikarenakan sifat kelompoknya yang memang sementaraBerdasarkan ciri-ciri yang ada, kelompok semu ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis antara lain adalaha. Kerumunan Kerumunan merupakan sekumpulan orang-orang yang memang tidak teratur dan memang terjadi secara spontan. Ukuran utama dari kerumunan ini berdasar pada hadirnya secara fisik. Macam-macam jenis kerumunan yang dapat anda ketahui adalahKerumunan formal, sifatnya anggotanya sangat pasif dan merupakan kerumunan yang disebut dengan penonton ataupun pendengar resmi yang memiliki tujuan Expressive Group, kerumunan yang mana tidak terlalu memusatkan pada sesuatu hal namun tetap pada tujuan yang sama untuk dicapainyaInconvenient Casual Word, kerumunan yang terbentuk dikarenakan adanya keinginan menggunakan fasilitas yang samaPanic Casual Crowds, kerumunan yang terbentuk dikarenakan adanya kepanikan orang orang yang sedang berusaha untuk bisa menyelamatkan diri dari sebuah bahaya yang mengancam. baca juga Sifat Hakikat SosiologiSpectacular Casual Crowds, kerumunan yang terbentuk dikarenakan tujuan yang ingin melihat sebuah peristiwa tertentu. Hampir sama seperti penonton umu, hanya saja pembentukannya tidak Lawless Crwods, kerumunan yang mana terebntuk dikarenakan tujuan tertentu dan untuk mewujudkannya dilakukan dengan kekuatan fisik. Sehingga sedikit berlawanan dengan norma sosial yang Lawless Crowds, kerumunan yang tindakannya berlawanan dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Tidak adanya tujuan positif dalam pembentukan kelompok. baca juga Kegiatan Ekonomi Di Indonesiab. MassaMerupakan kelompok sosial yang cirinya hampir sama seperti kerumunan, hanya saja dibentuk secara sengaja dan direncanakan sehingga tidak spontan. Misalnya saja orang-orang yang melakukan demonstrasi. baca juga Dampak Kepadatan Pendudukc. PublikMeurpakan kumpulan orang-orang yang mana terbentuk di tempat yang berbeda-beda dan tidak sama. Pembentukan publik ini memang terencana dan disatukan dengan menggunakan alat komunikasi. Dapat berarti jika publik memang tidak harus terlihat fisiknya di dalam sebuah kelompok. baca juga Dampak Positif dan Negatif Urbanisasi2. Kelompok NyataKelompok nyata adalah kelompok yang mana terbentuk karena adanya ciri khusus yang sama, kehadirannya yang selalu konstan. Ada beberapa jenis kelompok nyata yang ada di lingkungan masyarakat antara lain adalaha. Kelompok StatistikAda beberapa ciri-ciri kelompok statistik, antara lain adalahPembentukannya tidak direncanakan, namun tidak pula terbentuk secara mendadak. Sudah ada dan terbentuk dengan adanya interaksi serta komunikasi yang dilakukan secara terus menerusTidak terikat dalam wadah tertentuKehadirannya konstan baca juga Peran Keluarga Dalam Proses SosialisasiTidak memiliki kesadaran dalam berkelompokb. Kelompok SosietaKelompok ini ada dan terbentuk dikarenakan adadanya persamaan dari unsur-unsur yang dimiliki setiap anggota. Ciri-ciri utama dari jenis kelompok ini adalahTidak terencana dan terbentuk sendiriAdanya kemungkinan terikat dan terhimpun di dalam sebuah wadahAdanya kesadaran kelompokBisa terjadi interaksi serta komunikasi di setiap anggota, namun bisa juga tidakKehadirannya konstanc. Kelompok SosialKelompok ini terbentuk dikarenakan unsur-unsur yang sama didalam kehidupan anggotanya. Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang mana akan melakukan komunikasi serta interaksi terus menerus. baca juga Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alamd. Kelompok AsosiasiMerupakan kelompok sosial yang yang memiliki struktur forma dan terorganisir di dalam kepengurusannya. Adanya kesadaran serta kesamaan keinginan di dalam kelompok sosial membuat kerja sama yang mana demi mencapai tujuan tertentu. Ciri-ciri kelompok asosiasiAdanya kesadaran kelompok yang begitu kuatSengaja dibentuk serta direncanakanTerikat secara nyataKehadirannya konstanInteraksi serta komunikasi terjadi secara terus menerusBerdasarkan kualitas hubungan anggotanya, yang biasanya sudah tersedia dalam1. Kelompok PrimerMerupakan kelompok yang memiliki hubungan bersifat informal antar satu anggota dengan lainnya. baca juga Fungsi dan Peran Yayasan2. Kelompok SekunderSponsors LinkMerupakan kelompok yang memiliki hubungan bersifat formal antar satu anggota dengan lainnya. Dasar pembentukan dari kelompok ini dikarenakan adanya manfaat serta tujuan yang ingin dicapai. baca juga Masalah Negara BerkembangBerdasarkan ikatan antar anggota kelompok, mempunyai beberapa bentuk dalam bentuk dibagi dalam beberapa bagian sebagai berikut1. PaguyubanMerupakan kelompok sosial yang memiliki ikatan antar anggotanya dalam bentuk ikatan alamiah, batin murni, kekal, dan kuat. Hubungan yang terjalin antar anggotanya biasanya memiliki sifat PatembayanMerupakan kelompok sosial yang mana memiliki ikatan yang terjalin antar anggotanya, namun memang tidak terlalu kuat dikarenakan berlangsung dalam waktu yang singkat. Struktur dari kelompok ini memiliki sifat mekanis dan merupakan bentuk di dalam pikiran saja. Sifat hubungan yang terjalin antar anggotanya bersifat formal. baca juga Contoh Perilaku Antisosialbaca jugaFaktor Pendorong Mobilitas SosialCiri-Ciri Struktur SosialBentuk-Bentuk Konflik SosialMacam-Macam Penyakit SosialBerdasarkan pencapaian tujuan, dibagi dalam beberapa kelompok bagiannya sebagai berikut1. Kelompok FormalMerupakan kelompok yang didalamnya memiliki peraturan serta tugas yang memang sengaja dibuat untuk bisa mengatur hubungan yang terjadi antar Kelompok InformalMerupakan kelompok yang mana terbentuk dikarenakan adanya pertemuan yang terjadi secara berulang serta memiliki persamaan kepentingan dan pengalamanNah itu tadi penjelasan mengenai syarat-syarat pembentukan kelompok sosial serta penjelasan yang terkait di dalam kelompok sosial. Semoga penjelasan diatas bermanfaat untuk anda. Sponsors Link SistemKekerabatan. November 30, 2013. Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Setiap suku di indonesia memilki sistem kekerabatan yang berbeda- beda. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
- Manusia merupakan makhluk sosial. Karena itu, ia cenderung membangun relasi dan komunikasi secara interaktif dengan manusia lainnya sehingga terdorong hidup berkelompok, menjadi bagian dari kumpulan individu. Seorang manusia tidak jarang pula mempunyai ikatan dengan bermacam kelompok di masyarakat, selain keluarganya. Maka itu, muncul konsep kelompok sosial dalam ilmu sosiologi. Merujuk pendapat Maciver dan Charles H. Page, seperti dikutip dalam satu ulasan di Jurnal Society Edisi XXI, 2016 terbitan Unsrat, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan sejumlah manusia yang hidup bersama sehingga saling memengaruhi sekaligus tolong-menolong. Ahli sosiologi lainnya, Robert K. Merton mendefinisikan kelompok sosial sebagai sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah matang atau mapan. Adapun menurut Mayor Polak, kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling berhubungan dalam struktur. Lain halnya dengan sosiolog asal Indonesia, Soerjono Soekanto yang memformulasikan pengertian kelompok sosial sebagai "himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena di antara mereka saling berhubungan secara timbal balik dan saling mempengaruhi."Jika definisi-definisi di atas dikombinasikan, bisa diambil kesimpulan bahwa pengertian kelompok sosial adalah himpunan manusia yang saling berhubungan secara timbal balik di antara satu sama lain dalam sebuah struktur, sesuai dengan pola yang telah Saja Ciri-ciri Kelompok Sosial? Ikatan paling awal yang dimiliki oleh seorang manusia dengan individu lain pada umumnya tercipta dalam keluarga. Bagi sebagian besar orang, keluarga merupakan kelompok sosial beranjak dewasa dan bersosialisasi dengan lebih banyak manusia lain, seorang individu akan bertemu sekaligus menjadi bagian dari berbagai macam kelompok juga Dampak Perubahan Sosial Budaya terhadap Pendidikan dan Ekonomi Contoh Perubahan Sosial di Kehidupan Sehari-hari & Masyarakat Desa Sebagai contoh, setelah tumbuh besar, banyak orang akan berhubungan dengan kelompok yang lebih luas cakupannya daripada keluarga. Kelompok-kelompok itu seperti masyarakat kampung dan desa, komunitas sekolah, perusahaan, hingga partai politik dan lain kelompok sosial di suatu masyarakat bisa diidentifikasi dengan mengenali ciri-cirinya. Setidaknya ada tujuh ciri-ciri kelompok sosial, sebagaimana dijelaskan dalam buku Modul Sosiologi 2020 terbitan Kemdikbud. Ciri-ciri kelompok sosial adalah sebagai berikut Adanya kesadaran dari masing-masing individu bahwa ia merupakan bagian dari kelompok sosial tersebut. Sebagai dampaknya, sifat ingin menang sendiri bisa diminimalisir. Adanya hubungan timbal balik antaranggota. Adanya interaksi yang aktif dan juga pola perilaku. Adanya suatu faktor tertentu yang dimiliki dari masing-masing individu, dan hal itu bisa lebih memperat ikatan di antara satu anggota kelompok dengan yang lainnya. Faktor tersebut bisa berupa tujuan yang sama, cita-cita yang sama, nasib yang sama, ataupun karakteristik yang sama. Adanya struktur tugas masing-masing anggota di dalam kelompok. Struktur tugas ini dapat membuat setiap orang di dalam kelompok memiliki peran, fungsi, dan kedudukan yang jelas. Ini membuat masing-masing anggota kelompok mempunyai tanggung jawab. Jika terjadi suatu kejadian, satu individu dalam kelompok akan memengaruhi individu yang lain. Itu bisa terjadi jika mereka menilai kejadian tersebut berkaitan dengan kelompoknya. Adanya interaksi antarindividu dalam jangka waktu tertentu. Interaksi antarindividu itu bisa berlangsung dalam jangka pendek maupun panjang. Contoh Kelompok Sosial Berdasar Faktor Pembentuknya Secara umum, kelompok sosial dalam masyarakat biasa berkembang sesuai dengan aktivitas para anggotanya yang berinteraksi satu sama lain dan saling berbagi pengalaman masing-masing. Hal ini memicu dinamika dalam kelompok. Dinamika itu pada ujungnya menyebabkan setiap kelompok sosial dapat berubah, berkembang dan menambah perangkat-perangkat internal baru. Akibatnya, fungsi-fungsi baru pun muncul. Gambaran sederhananya terlihat di institusi keluarga. Sebagai contoh, sepasang suami-istri yang memiliki sejumlah anak, karena sibuk bekerja dan tidak memiliki banyak waktu luang tetapi punya pendapatan lebih, akan berupaya mencukupi keperluan keluarga dengan merekrut asisten rumah tangga. Dengan begitu, ada penambahan fungsi baru dalam keluarga kelompok sosial juga bisa dicermati dari faktor pembentuknya. Sekurang-kurangnya, ada 4 faktor pembentuk kelompok sosial, sebagaimana perincian di bawah Faktor Darah Common AncestryKelompok sosial dapat terbentuk karena kesamaan darah atau keturunan. Contohnya, keluarga. 2. Faktor GeografisLetak tempat geografis juga bisa menjadi faktor pemicu terbentuknya kelompok sosial. Anggota masyarakat yang berkumpul di suatu tempat tentu akan menjalin komunikasi yang intens sehingga secara bertahap akan membangun sebuah ikatan. Contohnya adalah kelompok nelayan yang beranggota sejumlah individu yang tinggal di tepian pantai tertentu. Contoh yang lain ialah para petani di suatu desa yang membentuk kelompok tani. Para warga yang tinggal di satu lokasi permukiman berdekatan dan kemudian membentuk Rukun Tetangga RT juga termasuk contoh kelompok sosial yang terbentuk karena faktor geografis. 3. Faktor Kepentingan Common InterestKesamaan kepentingan di antara sejumlah orang juga bisa menjadi faktor pembentuk kelompok sosial. Kepentingan itu dapat bersifat pribadi maupun komunal. Contohnya ialah perusahaan, sekolah, kampus, asosiasi pengusaha, partai politik, serikat buruh, asosiasi pedagang pasar, dan lain sebagainya. 4. Faktor Daerah AsalKesamaan daerah asal bisa jadi faktor yang memicu pembentukan kelompok sosial. Saat seorang individu bertemu banyak orang lain yang tempat kelahirannya sama, dan mereka sedang berada di luar daerah asalnya, besar kemungkinan kumpulan itu akan membentuk kelompok adalah organisasi perantau minang, perkumpulan TKI di Malaysia, perhimpunan pelajar Indonesia di luar negeri, organisasi mahasiswa daerah di kampus, dan lain Kelompok Sosial Primer dan Sekunder Setiap kelompok sosial memiliki ikatan antarindividu yang lebih erat ketimbang kumpulan orang biasa semacam gerombolan orang di kafe. Ikatan itu terbentuk oleh kesamaan karakteristik yang meliputi minat, nilai, representasi, latar belakang etnis atau sosial, hubungan kekerabatan dan lain sebagainya. Menukil pemaparan di laman Lumen Learning, salah satu ciri sekumpulan orang yang layak disebut kelompok sosial adalah apabila individu-individu di dalamnya menyebut kumpulan mereka dengan kata "kami." Penyebutan kata itu menjadi gambaran bagaimana anggota-anggota suatu kumpulan mengaitkan kelompoknya dengan identitas komunal. Sedangkan seorang psikolog sosial, Muzafer Sherif merumuskan definisi teknis kelompok sosial, yakni unit sosial berisi sejumlah individu yang berinteraksi karena ada faktor-faktor berikut Motif dan tujuan bersama; Pembagian kerja yang diterima; Hubungan status yang mapan; Norma dan nilai yang diterima dengan mengacu pada hal-hal yang relevan dengan kelompok; Penentuan sanksi atas pelanggaran maupun penghargaan atas prestasi yang disetujui bersama. Penjelasan di atas menggambarkan dua pendekatan dalam memahami kelompok sosial. Keduanya adalah perspektif identitas dan kohesi sosial. Yang pertama berfokus pada aspek bagaimana para individu di dalam satu kelompok mengidentifikasi diri mereka. Sedangkan yang kedua menekankan pada aspek bagaimana anggota satu kelompok tertarik menjalin ikatan satu sama lain. Karena itu, dalam sosiologi, dikenal 2 jenis kelompok sosial, yakni primer dan sekunder. Kelompok sosial primer merupakan unit yang umumnya kecil, tapi para anggotanya memiliki hubungan erat, personal, dan langgeng. Para anggota kelompok sosial primer biasanya mempunyai saling kepedulian tinggi dan hubungan maupun kegiatan bersama dalam waktu lama. Tujuan kelompok primer sebenarnya hubungan itu sendiri. Keluarga dan lingkaran teman dekat adalah contoh kelompok juga Siapa Bapak Pramuka Indonesia dan Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus Biografi dan Peran Achmad Soebardjo dalam Sejarah Kemerdekaan RI Sementara kelompok sekunder biasanya memiliki jumlah anggota lebih besar. Namun, hubungan antarindividu di dalamnya tak bersifat personal dan lebih berorientasi pada tujuan sehingga relasi mereka cenderung sementara. Maka itu, ruang kelas di sekolah-sekolah atau kantor-kantor para pegawai swasta maupun pemerintah bisa menjadi contoh kelompok sekunder. Sekalipun ada kelompok sosial sekunder yang relasi antaranggotanya bertahan lama, pengaruhnya ke masing-masing pribadi tidak terlalu kuat. Keberadaan kelompok itu pun tidak memberi makna mendalam secara personal. Ikatan emosional antaranggotanya cenderung lebih lemah daripada di tipe primer. Adalah Charles Horton Cooley 1864-1929, sosiolog yang mengemukakan kategorisasi kelompok sosial menjadi 2 tipe, primer dan sekunder. Menurut Cooley, seperti tercatat dalam publikasi Press Books, kelompok sosial primer memainkan peran lebih penting dalam kehidupan setiap orang. Sebab, ia memberikan ikatan emosional dalam jangka panjang serta memenuhi kebutuhan psikologis manusia. Peran kelompok primer pun lebih besar untuk fungsi ekspresif daripada pragmatis. Sebaliknya, kelompok sekunder lebih berperan untuk fungsi instrumental daripada ekspresif. Hal ini berarti orientasi kelompok sekunder terfokus pada tujuan tertentu, bukannya sisi emosional di dalam hubungan antarmanusia. Baik kelompok primer maupun sekunder tidak terikat dengan definisi yang ketat dan batasan yang kaku. Bahkan, kelompok sosial dapat berpindah dari satu tipe ke tipe lain. Sebuah organisasi mahasiswa, misalnya, mungkin sekali pada awal mula menjadi kelompok sosial sekunder. Namun, karena para anggota berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan dalam jangka waktu lama, ia bisa menjadi tipe primer. Fenomena itu terjadi ketika tujuan yang sama dan ikatan kuat membuat hubungan para anggota di kelompok sekunder melampaui batas-batas kesementaraan. Relasi antaranggota organisasi lantas menjadi lebih mirip hubungan persaudaraan dengan dimensi emosional yang lebih dominan. - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Iswara N Raditya
RobertK. Merton (2010:10) berpendapat bahwa "Kelompok sosial adalah kelompok yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola yang telah matang.". Paul B. Horton dan Cheaster L.Hunt (2010:11) menjelaskan bahwa "Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Pengertian Kelompok Sosial – Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Kebutuhan interaksi ini merupakan kebutuhan mendasar yang jika tidak dipenuhi, manusia bisa merasakan jenuh bahkan sampai stress. Kita lihat akibat pandemi Covid19 seperti sekarang ini, banyak laporan menyebutkan tingkat stress masyarakat meningkat. Keterbatasan interaksi sosial yang mendadak menjadi salah satu sebabnya. Kelompok-kelompok sosial berkurang dan jarang berkumpul seperti dulu. Seberapa besar sih peran kelompok sosial? Grameds, yuk kita bahas bersama tentang kelompok sosial. A. Pengertian Kelompok Sosial1. Soerjono Soekanto2. George Homans3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. HuntB. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial1. Dorongan untuk bertahan hidup2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaanC. Kelompok Sosial VS Kelas SosialD. Macam-macam Kelompok Sosial1. Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknyaa. Kelompok semu1. Kerumunan atau crowd2. Massa3. Publikb. Kelompok nyata1. Kelompok statistik2. Kelompok Masyarakat3. Kelompok masyarakat khusus4. Kelompok asosiasi2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggotaa. Etnisb. Bangsac. Masyarakatd. Paguyubane. Patembayanf. Komunitasg. Organisasi sosialE. Klasifikasi Kelompok SosialF. Syarat Kelompok Sosial 1. Adanya interaksi antar anggota2. Interdependen3. Kesadaran4. Adanya kesamaan5. Rasa menjadi bagian6. Struktur7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses Ciri-ciri Kelompok SosialH. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial Seperti biasa, definisi terkadang tidak dapat mendeskripsikan gambaran yang benar-benar tepat apa yang didefinisikan karena keterbatasan kata, diksi, atau metafora. Namun dengan definisi, setidaknya kita bisa memahami sesuatu mendekati pengertian sebenarnya. Definisi tentang kelompok sosial telah diungkapkan oleh banyak ahli. Berikut ini merupakan pendapat para ahli mengenai kelompok sosial 1. Soerjono Soekanto Profesor sosiologi dari Universitas Indonesia tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kesatuan-kesatuan atau himpunan manusia yang hidup berdampingan karena memiliki hubungan yang saling timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain. 2. George Homans Sosiolog asal Amerika Serikat ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai kumpulan individu yang saling berinteraksi, melakukan kegiatan, dan memiliki perasaan yang mendorong untuk membentuk sesuatu yang terorganisir secara menyeluruh dan saling timbal balik. 3. Paul B. Horton dan Chester Chester L. Hunt Kedua sosiolog ini mendefinisikan kelompok sosial sebagai sekumpulan manusia yang sadar akan keanggotaannya sebagai makhluk sosial kemudian saling berinteraksi satu sama lain. B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial Fitrah manusia sebagai makhluk sosial mendorong manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Manusia saling membutuhkan satu sama lain. Karena sifat dasar tersebut, kelompok sosial dengan mudah terbentuk secara alami. Adanya interaksi menjadikan mereka berkumpul, membuat kelompok baik terorganisir atau tidak, lalu membuat kegiatan di dalamnya. Semakin panjang interaksi mereka, semakin kuat ikatan yang terjalin. Semakin kuat ikatan tersebut, semakin kuat persatuan dan kesatuan di dalam kelompok tersebut. Kuatnya ikatan perasaan di dalam kelompok tersebut dipengaruhi oleh kesamaan dalam tujuan, pemikiran, hobi, cita-cita, perilaku, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa dorongan yang menjadikan manusia butuh untuk berkelompok. Pendorong-pendorong tersebut dapat dijabarkan melalui penjelasan di bawah ini 1. Dorongan untuk bertahan hidup Salah satu kebutuhan manusia adalah dengan bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk saling tolong menolong. Melakukan kegiatan ekonomi saja, manusia memerlukan manusia lainnya, baik sebagai produsen, distributor, ataupun konsumen. 2. Dorongan untuk meneruskan garis keturunan Kebutuhan lain manusia yang tidak mungkin dapat dicapai oleh dirinya sendiri adalah memiliki garis keturunan. Untuk mempunyai keturunan, seseorang harus menikahi lawan jenisnya. Dari pernikahan tersebut akan terbentuk kelompok sosial kecil berupa keluarga. 3. Dorongan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan seorang diri, terlebih tanpa pembagian tugas dan manajemen yang baik tentunya sangat melelahkan. Bayangkan saya misalnya dalam sebuah keluarga, seorang ibu harus mencari nafkah, membereskan urusan rumah tangga, mendidik anak, memasak, dan lain-lain dan semua itu dikerjakan sendiri, tentu melelahkan. Tidak adanya efektivitas, efisiensi, dan pembagian tugas dalam pekerjaan menyebabkan pekerjaan terasa sangat berat. Hingga terbentuklah bermacam-macam kelompok sosial. Ada yang berdasarkan hobi. Ada yang berdasarkan cita-cita. Ada yang berdasarkan pemikiran. Bahkan ada yang berdasarkan kesamaan nasib. Mereka membentuk kelompok sosial untuk saling menguatkan satu sama lain. Karena pada dasarnya, manusia akan kesulitan untuk berjuang sendiri. C. Kelompok Sosial VS Kelas Sosial Kelompok sosial berbeda dengan kelas sosial. Jika kelompok sosial terbentuk secara alami karena adanya ikatan perasaan dan kebutuhan, kelas sosial tercipta karena adanya perbedaan tingkatan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Kelas sosial pada umumnya muncul karena adanya pihak yang menganggap diri atau kelompoknya lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. D. Macam-macam Kelompok Sosial Kelompok sosial terbagi menjadi beberapa macam dan kategori. Berdasarkan proses terbentuknya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok semu, kelompok nyata, kelompok statistik, kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan, kelompok masyarakat khusus, dan kelompok asosiasi. Sementara berdasarkan ikatan antar anggotanya, kelompok sosial terbagi menjadi kelompok sosial etnis, bangsa, masyarakat, paguyuban, patembayan, komunitas, dan organisasi sosial. Penjelasan lebih rinci akan kita bahas di bawah ini. Yuk Grameds check it out! 1. Kelompok Sosial Berdasarkan Proses Terbentuknya a. Kelompok semu Kelompok semu terdiri dari orang-orang yang terbentuk sementara secara spontan dan tidak memiliki identitas, aturan, ikatan, ataupun tujuan bersama. Dalam kelompok semu, interaksi dan komunikasi hanya bersifat sementara dan tidak mengikat. Oleh karena itu, kelompok semu tidak bertahan lama. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, contoh kelompok semu adalah 1. Kerumunan atau crowd Kerumunan merupakan kumpulan yang terjadi secara spontan dan tidak teratur. Kerumunan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu – Kerumunan formal formal crowds Kerumunan yang mempunyai pusat perhatian yang sama. Contoh penonton sepak bola, penonton bioskop, dan sebagainya. – Kerumunan terencana yang ekspresif Planned expressive group Kerumunan yang terencana, tidak mempunyai pusat perhatian yang sama, namun memiliki tujuan yang sama. Contoh orang yang menghadiri pesta, orang yang rekreasi, dan sebagainya. – Kerumunan santai namun tidak nyaman Inconvenient Causal Crowds Kerumunan yang terbentuk karena adanya kebutuhan untuk menggunakan fasilitas umum di suatu tempat. Contoh orang sedang menunggu bis, orang sedang menunggu antrian, dan lain-lain. – Kerumunan panik Panic Causal Crowd Kerumunan yang terbentuk karena adanya kepanikan dan ingin menyelamatkan diri dari sebuah marabahaya. Contoh kerumunan di titik evakuasi bencana alam, dan lain-lain. – Spectator Casual Crowd Kerumunan yang terbentuk karena adanya suatu peristiwa tertentu. Contoh kerumunan karena adanya penampakan UFO di langit atau pergerakan indah dari sekelompok burung, dan sebagainya. – Kerumunan yang melawan hukum Acting Lawless Crowds Kerumunan yang terbentuk karena adanya sebuah tindakan yang melawan hukum. Contoh tawuran, pengeroyokan, dan sebagainya. – Kerumunan yang berlawanan dengan moral Immoral Lawless Crowds Kerumunan ini terbentuk karena kumpulan orang yang melakukan kegiatan yang berlawanan dengan nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat tertentu. Contoh kerumunan orang mabuk. Sma/Ma Buku Interaktif Sosiologi Peminatan 2. Massa Kelompok sosial jenis ini hampir sama dengan kerumunan, bedanya massa direncanakan dan diorganisir. Massa sifatnya tidak spontan. Contoh Demonstrasi, kampanye, parade, dan lain-lain. 3. Publik Publik merupakan kumpulan individu dalam jumlah besar namun secara fisik tidak harus berada di satu tempat yang sama. Publik biasanya direncanakan dan tidak jarang satukan karena alat komunikasi. Contoh pemirsa TV dan youtube. b. Kelompok nyata Kelompok nyata merupakan kelompok sosial yang bersifat tetap. Sebagian besar kelompok yang ada di masyarakat merupakan kelompok nyata. Kelompok nyata terbagi menjadi beberapa jenis lagi, yaitu 1. Kelompok statistik Biasanya, kelompok sosial jenis ini ada karena keperluan penelitian. Kelompok ini tidak terorganisir, apalagi terencana. Tidak ada kesadaran berkelompok dalam kelompok statistik dan ada karena disesuaikan dengan kepentingan. Contoh kelompok penduduk usia 17-65 tahun, kelompok remaja yang mempunyai akun media sosial, dan lain-lain. 2. Kelompok Masyarakat Kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kesamaan kepentingan di antara anggotanya. Namun demikian, kesamaan kepentingan tersebut tidak lantas menjadikan kepentingan bersama dalam kelompok ini. Kelompok ini terbentuk secara alami dan spontan, tanpa perlu direncanakan. Kelompok masyarakat memungkinkan adanya sarana kesadaran berkelompok dan interaksi karena adanya sarana pemersatu. Sifatnya tetap dan memiliki kemungkinan tidak dibatasi oleh wilayah. Contoh 3. Kelompok masyarakat khusus Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan yang khusus dan lebih spesifik di antara anggotanya. Kesamaan tersebut bisa berupa usia, gender, tempat tinggal, pekerjaan, dan lain-lain. Kelompok ini terbentuk secara alami dan biasanya terbentuk karena ketersediaan sarana untuk bersatu. Anggotanya memiliki kesadaran dalam berkelompok dan interaksi yang kontinu. 4. Kelompok asosiasi Kelompok ini memiliki sifat tetap. Keberadaannya sengaja dibentuk dan direncanakan dengan baik. Biasanya kelompok ini mempunyai organisasi yang kuat dan memiliki sistem yang terorganisir dengan baik. 2. Kelompok Sosial Berdasarkan Ikatan Anggota a. Etnis Etnis atau suku merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya didasarkan pada kemiripan dalam hal garis keturunan. Selain itu, etnis juga mempunyai kemiripan budaya, bahasa, dan ideologi yang sama. Kesamaan-kesamaan tersebut menentukan seseorang diakui atau tidak dalam etnis tertentu. Contoh persatuan ikatan mahasiswa etnis tertentu, persaudaraan etnis tertentu, dan sebagainya. b. Bangsa Bangsa merupakan kelompok sosial yang pengelompokannya disatukan oleh nasionalisme pada negara. Bangsa terbentuk karena adanya penderitaan, sejarah, nasib, dan perjuangan yang sama. Contoh Bangsa Indonesia, Bangsa Jerman, Bangsa Amerika, dan lain-lain. c. Masyarakat Kelompok sosial jenis ini merupakan kelompok sosial yang cakupannya luas dan ciri-cirinya beragam. Pada umumnya, masyarakat dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal, mata pencaharian, kemajuan peradaban, dan lain-lain. Contoh netizen, masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat Pulau Jawa, dan lain-lain. Sosiologi Komunikasi Massa d. Paguyuban Paguyuban merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena adanya ikatan batin yang kuat. Dalam prakteknya, tidak jarang gotong royong dan tolong-menolong antar anggota didasari ketulusan tanpa kepentingan dan pamrih. Beberapa diantaranya memiliki garis keturunan yang sama. Beberapa yang lain diikat oleh rasa kebersamaan dan solidaritas. Paguyuban memiliki ciri-ciri intim Hubungan yang erat dan menyeluruh, privat hubungannya bersifat pribadi, dan eksklusif hanya untuk “kita” saja, selain “kita” tidak termasuk. Contoh keluarga inti, keluarga besar, rukun tetangga, dan sebagainya. e. Patembayan Patembayan adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan lahiriah, biasanya kurang disertai adanya ikatan batin. Sehingga dalam prakteknya, interaksi dilakukan karena adanya kepentingan satu sama lain. Hal ini berisiko ikatan kelompok ini sifatnya tidak berjangka panjang. Terbentuknya patembayan didasari atas pemikiran rasional yang lebih mempertimbangkan untung-rugi ikut serta di dalamnya. Jika seseorang anggota sudah tidak memiliki kepentingan apapun, dia bisa keluar sewaktu-waktu dari kelompok. Contoh ikatan antar pedagang, ikatan pengusaha, ikatan alumni sekolah, serikat pekerja, dan sebagainya. f. Komunitas Komunitas adalah kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik seperti hobi, geografi, profesi, agama, ras, dan lain-lain. Di dalam komunitas, memungkinkan terjadinya interaksi yang saling membantu sehingga ikatan perasaan cukup kuat di dalamnya. Contoh komunitas pendaki gunung, komunitas gowes, komunitas fotografi, dan lain-lain. g. Organisasi sosial Organisasi sosial merupakan kelompok sosial yang memiliki struktur yang jelas. Masing-masing anggota memiliki tugas dan peran masing-masing. Dan semua diatur dengan rapi, spesifik, dan terukur. Organisasi sosial keanggotaannya bersifat resmi dan sifat lembaganya memiliki identitas yang jelas dan diakui. E. Klasifikasi Kelompok Sosial Kelompok sosial dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu sebagai berikut Berdasarkan atas cara terbentuknya, seperti kelompok semu dan kelompok nyata. Berdasarkan kualitas hubungan antar anggotanya, seperti kelompok primer hubungan cenderung informal dan kelompok sekunder hubungan cenderung formal. Berdasarkan kekuatan ikatan antar anggotanya, seperti paguyuban dan patembayan. Berdasarkan pencapaian tujuannya, seperti kelompok formal mempunyai aturan sendiri dan kelompok informal memiliki tujuan bersama namun tidak resmi. F. Syarat Kelompok Sosial Sebuah kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi beberapa syarat di bawah ini, yaitu 1. Adanya interaksi antar anggota Adanya kelompok sosial untuk mewadahi interaksi anggotanya. Sebuah kelompok yang tidak memiliki interaksi tidak dapat dikatakan sebagai kelompok, melainkan hanya kumpulan individu. 2. Interdependen Anggota satu dengan lainnya saling mempengaruhi perilaku dan sikap. 3. Kesadaran Setiap anggota memiliki kesadaran akan keterlibatannya di dalam kelompok tersebut. 4. Adanya kesamaan Adanya kesamaan, baik itu nasib, penderitaan, daerah, profesi, dan lainnya, dapat mempererat ikatan antar anggota. 5. Rasa menjadi bagian Perasaan dan persepsi ini harus dimiliki oleh anggota dari kelompok sosial. Dengan merasa menjadi bagian kelompok, seseorang dapat merasakan manfaat adanya kelompok sosial. 6. Struktur Adanya struktur akan menuntun anggota untuk melaksanakan peran dan tugasnya sebagai bagian dari kelompok sehingga keberadaan kelompok sosial dapat dirasakan. 7. Mempunyai sistem dan terus menjalankan proses berkembang. G. Ciri-ciri Kelompok Sosial Jika ditemukan ciri-ciri seperti di bawah ini, maka bisa dikatakan sebagai kelompok sosial Adanya motivasi, dorongan, dan motif yang sama antara satu individu dengan lainnya. Adanya pembagian tugas atau penegasan fungsi sehingga masing-masing memiliki kesadaran peran dan wewenangnya di dalam kelompok. Adanya akibat dari interaksi yang dilakukan oleh anggota satu dengan anggota lainnya. Terbentuknya norma di dalam kelompok yang sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh anggota. Kepentingan berjalan dan berproses. Ditemukannya pergerakan yang dinamis dalam aktivitasnya. H. Nilai dan Norma yang Berlaku Dalam Kelompok Sosial Interaksi yang terjadi di dalam kelompok sosial membentuk kebiasaan dan kekhasan di dalamnya. Hal ini terjadi dalam semua hal, termasuk nilai-nilai dan norma yang dijunjung oleh kelompok sosial tersebut. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok sosial diharuskan untuk sesuai dengan nilai dan norma yang ada di dalamnya. Kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kelompok akan ditolak karena tidak mencerminkan kepribadian kelompok dan melenceng dari tujuan dibentuknya kelompok sosial tersebut. Saat penerimaan anggota baru pun, beberapa kelompok sosial membuka rekrutmen dengan sistem seleksi siapa saja yang cocok dengan nilai dan norma yang berlaku. Kalaupun tidak ada seleksi, biasanya anggota baru menyesuaikan dengan nilai dan norma tersebut agar kehadirannya diterima secara sosial. Baca juga artikel terkait “Pengertian Kelompok Sosial” Pengertian Perubahan Sosial Contoh Masalah Sosial di Indonesia Pengertian Interaksi Sosial Pengertian Lembaga Sosial Pengertian Struktur Sosial Daftar Suku Bangsa di Indonesia Pengertian Diferensiasi Sosial Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai kelompok sosial. Gramedia bercita-cita untuk menjadi yang terdepan dalam menjadi SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik kami untuk Anda semua. Pengantar Ringkas Sosiologi Pemahaman Fakta&Gejala Per Penulis Nanda Iriawan Ramadhan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien ItulahPenjelasan dari Lembaga sosial yang terbentuk dalam masyarakat melalui ikatan pernikahan disebut lembaga? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Barang Yang penggunaannya dapat saling melengkapi satu sama lain adalah barang? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar Pengertian Kelompok Sosial Pada dasarnya, setiap individu merupakan bagian dari kelompok sosial. Peran kelompok sosial bagi kehidupan manusia sangatlah penting. Tanpa kita sadari ada banyak bentuk-bentuk kelompok sosial disekitar kita yang akan kita bahas nanti satu persatu. Jadi, apakah arti sebenarnya dari kelompok sosial? Kelompok sosial merupakan sekumpulan individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas yang saling berinteraksi bersama serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan. Ilustrasi Kelompok SosialSumber gambar Ciri-ciri Kelompok Sosial Apakah sekumpulan orang yang saling berinteraksi pasti merupakan kelompok sosial? Perlu diketahui bahwa sekumpulan orang yang saling berinteraksi bersama tidak serta merta dapat kita anggap sebagai kelompok sosial. Terdapat beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial, yaitu Individu yang berinteraksi mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok serta memiliki kesadaran bahwa ia merupakan bagian dari kelompok; Pihak luar mendefinisikan individu yang berinteraksi sebagai anggota kelompok; Terdapat hubungan yang sifatnya timbal balik. Artinya, dalam proses interaksi sehari-hari, baik itu indivdu maupun kelompoknya dapat saling mempengaruhi satu sama lain; Memiliki norma dan nilai yang disepakati bersama sebagai pengikat dalam bersikap dan bertingkah laku antar sesama anggota kelompok sehingga timbul kesamaan pola perilaku; Memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas; Memiliki kesamaan motif, visi dan tujuan; Bersistem dan berproses. Dalam kaitan ini, kelompok sosial terbentuk dalam jangka waktu tertentu dan sebagai konsekuensi dari interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus. Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial Sekumpulan orang dapat disebut sebagai kelompok sosial apabila memenuhi 3 syarat utama berikut Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari kelompoknya; Perlu digarisbawahi bahwa dalam setiap kelompok terdapat pola hubungan timbal balik. Arti hubungan timbal balik yaitu tiap-tiap anggota saling berinteraksi secara sadar sebagai upaya untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan tertentu. Setiap anggota kelompok memiliki kesamaan latar belakang atau karakterisitk; Antara anggota kelompok sudah pasti memiliki kesamaan tujuan yang sama bukan? Nah begitu pun juga dengan latar belakangnya masing-masing anggota. Mereka cenderung membentuk pola interaksi yang lekat karena memiliki kesamaan pengalaman serta dihadapkan pada suatu masalah yang sama. Terdapat struktur, norma dan pola perilaku; Suatu kelompok tentunya memiliki ciri khusus yang menjadikannya berbeda dengan kelompok yang lain. Struktur dan norma kelompok merupakan elemen pembeda yang penting. Setiap kelompok memiliki norma/aturan yang berisi kaidah-kaidah yang bersifat mengatur perilaku para anggotanya hingga akhirnya terbentuklah pola perilaku tertentu yang menjadi ciri khas kelompok tertentu. Faktor Utama Pembentuk Kelompok Sosial Berbagai kelompok sosial hadir dalam masyarakat kita karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Kelompok sosial telah menandai perkembangan kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Dalam hal ini, terdapat faktor-faktor yang melatarbelakangi pembentukan kelompok sosial, yaitu kesadaran kolektif, kesamaan karakteristik serta adanya tujuan yang ingin dicapai bersama. Jenis dan Contoh Kelompok Sosial Terdapat banyak sekali jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat yang tanpa kita sadari kita merupakan salah satu anggota kelompok sosial tersebut. Berikut merupakan beberapa tipe kelompok sosial yang terbagi berdasarkan keriteria tertentu, yaitu Jenis Kelompok Sosial berdasarkan Kepentingan dan Wilayah Sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu kesatuan wilayah tempat tinggal dan memiliki kepentingan bersama disebut sebagai komunitas. Cakupan wilayah tempat tinggal komunitas ada yang sempit/terbatas dan ada yang sangat luas. Anggota komunitas disatukan oleh ikatan emosional atau perasaan saling memiliki dan sepenanggungan. Adanya ikatan emosinal pada akhirnya memunculkan solidaritas antar anggota kominitas Terdapat empat contoh kelompok berdasarkan kepentingan dan wilayah, yaitu Suku/Kelompok Etnik => Merupakan sebuah komunitas yang anggotanya memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan masyarakat umum. Sebagian besar suku / kelompok etnik merupakan kelompok minoritas. Suku/kelompok etnik terbentuk akibat dari adanya migrasi, perang, perbudakan atau perubahan batas wilayah politik. Contoh suku-suku di Indonesia yaitu suku Dayak, suku Baduy, dsb. Bangsa => Merupakan suatu komunitas dalam cakupan yang sangat luas dan memiliki anggota yang sangat banyak. Anggota suatu bangsa memiliki kesamaan bahasa, sejarah dan kebudayaan. Hal yang terpenting adalah tiap anggota bangsa harus memiliki kesadaran sebagai bagian dari suatu bangsa. Sebagai contoh, dalam wilayah kesatuan Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau, lahir bangsa Indonesia yang terbentuk atas dasar kesepakatan anggotanya untuk merdeka dan hidup bersatu. Desa => Merupakan komunitas tempat tinggal penduduk dengan ciri khusus berupa adanya sikap kekeluargaan yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang berpusat pada sektor agraria / pertanian. Dari segi cakupan wilayah dan jumlah anggotanya, desa cenderung memiliki luas wilayah yang terbatas serta jumlah penduduk relatif sedikit. Sumber gambar Kota => Merupakan suatu komunitas tempat tinggal dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Ciri khusus kota yaitu masyarakatnya bersifat heterogen beragam, baik itu dari segi pekerjaan, tingkat pendidikn, latar belakang budaya serta agama dsb. Jenis Kelompok Sosial Berdasarkan Sikap Anggota Dalam membahas kelompok sosial yang beragam terdapat kelompok yang terbentuk berdasarkan kesamaan sikap antar anggota kelompok. Dalam hal ini terdapat dua bentuk kelompok sosial berdasarkan kesamaan sikap anggotanya, yaitu Kelas sosial => Merupakan sekelompok orang dengan posisi/ tingkat kedudukan yang sama. Kelas sosial diukur berdasarkan kekayaan, tingkat pendidikan, jabatan seseorang dsb. Sumber gambar Kelompok sosial => Merupakan sekelompok orang yang memiliki asal-usul, golongan atau ciri-ciri fisik yang sama. Bentuk-bentuk kelompok sosial ini terbagi kedalam kelompok etnisitas, ras, agama dan gender. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang memiliki ciri khas tersendiri karena dibentuk atas dasar keturunan, yaitu Kasta => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran. Setiap kasta memiliki tradisi dan ritual tersendiri. Kasta merupakan tipe kelompok yang tertutup, dalam artian bahwa interaksi antar individu yang berbeda kasta sangat dibatasi. Sebagai contoh, di India, sistem kasta terbagi menjadi empat tingkatan yaitu Brahmana, Ksatria, Vaisya dan yang terbawah adalah Sudra. Bangsawan => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran dari keluarga kerajaan. Sebagai contoh pada masyarakat Jawa kita mengenal sebutan kaum priyayi, yaitu para keturunan raja yang terpelajar. Para priyayi menduduki posisi sosial tinggi dalam masyarakat dengan menduduki berbagai jabatan pemerintahan. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat teratur Gemeinschaft Paguyuban => Paguyuban memiliki ciri ikatan batin yang murni atau organik, yang artinya kelompok diibaratkan seperti organ manusia yang tercipta dengan fungsinya masing-masing serta saling membutuhkan dan berkaitan satu sama lainnya. Contoh paguyuban adalah keluarga serta kerabat dekat. Sumber gambar Gesselschaft Patembayan => Adapun patembayan memiliki ciri ikatan batin yang mekanis, yakni kelompok yang terbentuk atas dasar visi/tujuan bersama. Contoh patembayan adalah partai politik, komunitas pecinta kucing, persatuan buruh, dan lain sebagainya. Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat tidak teratur, yaitu Kerumunan => Merupakan sekumpulan orang yang berada di suatu tempat tanpa pola hubungan yang tetap/ajeg. Kerumunan memiliki kepentingan yang bersifat terbatas, sementara dan tidak terorganisir. Contoh kerumunan misalnya penumpang pesawat dan penonton konser. Terdapat sekumpulan orang di suatu tempat tertentu dimana komunikasi mungkin terjadi namun tidak ada pola hubungan. Ketika individu sudah sampai tujuan atau konser berakhir maka anggota kerumunan akan bubar dengan sendirinya tidak ajeg. Sumber gambar Publik => Merupakan kumpulan individu dalam skala luas yang berinteraksi melalui perantara atau alat-alat komunikasi. Publik merupakan kelompok yang tidak berupa kesatuan karena tidak terjadinya interaksi yang sifatnya langsung. Sebagai contoh yaitu para pemirsa televisi perantara TV, pendengar radio perantara radio serta pembaca surat kabar perantara surat kabar. Referensi Suhardi dan Sinarti, Sri. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPS. Diakses dari Sukardi, Joko Sri dan Arif Rohman. 2009. Sosiologi. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Types of Social Groups, diakses dari Kontributor Sabrina Burhanudin, Alumni Sosiologi FISIP UI . 175 345 358 65 96 278 308 321

ikatan perdagangan termasuk dalam bentuk kelompok sosial yang disebut